fbpx

Bareng Semiotik Project, Ketua KPU Bandar Lampung rilis single bergenre Ska Punk berjudul “Makan Sabun”

Semiotik%2BProject%2B %2BFauzi%2BHeri
Fauzi Heri, video klip Makan Sabun

Ketua KPU Bandar Lampung Fauzi Heri merilis single baru bergenre Ska Punk. Debut perdananya sebagai gitar vokal itu resmi dirilis di YouTube pada Jumat (04/01/2019) lalu. Lagu  berjudul “Makan Sabun” itu didedikasikannya untuk pecinta musik di Lampung.

Fauzi mengatakan pertengahan tahun 2018 lalu, dirinya bersama beberapa rekan mendirikan sebuah wadah tempat nongkrong anak kreatif di Lampung yang diberi nama Semiotik Project. Di masa awal berdirinya, Semiotik Project hanya fokus men-direct lagu-lagu ciptaannya saja. Namun belakangan Semiotik Project membuka kesempatan kepada anak-anak band di Lampung yang ingin memiliki video klip sendiri tanpa pungutan biaya produksi.

“Kami memberikan kesempatan kepada anak-anak band di Lampung yang ingin memiliki videoklip sendiri tetapi tidak memiliki biaya untuk pembuatannya. Nah Semiotik Project menawarkan membuat videoklip gratis bagi band yang lagunya terpilih. Caranya bisa follow dan DM Instagram di @semiotik.project,” jelasnya.

Lagu Makan Sabun sendiri bercerita tentang sesosok orang yang selalu ingkar janji. Liriknya jenaka dan menggunakan bahasa anak muda Lampung. Simak saja celotehan di refrainnya yang menggunakan bahasan pecah palak geh, mati berdiri, tegambuy dan basing ajalah. Di tengah lagu, Fauzi menggaet rapper Wido Zuwika untuk lebih mempermanis lagunya.

“Lagu Makan Sabun ini sarat muatan lokal. Liriknya menggunakan bahasa sehari-hari anak muda di Lampung. Dengan lirik yang tak biasa ini kami yakin lagu Makan Sabun akan langsung nempel di telinga anak muda di Lampung,” terangnya.

Pria yang sehari-hari menjabat sebagai Ketua KPU Kota Bandar Lampung itu mengaku tidak kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dengan musik. Di sela-sela waktu sibuknya mempersiapkan Pemilu di Bandar Lampung, ia menyempatkan diri latihan di studio musik miliknya sendiri di Jalan Nangka I Korpri Jaya, Bandar Lampung.

“Saat waktu luang di malam hari, saya beserta teman-teman Semiotik Project latihan di rumah yang memang diset menjadi studi musik. Dengan begitu saya bisa latihan musik setiap saat tanpa harus mengganggu rutinas pekerjaan,” jelasnya.

Semiotik Project sendiri telah merilis empat single di channel YouTube mereka. Lagu pertama  dan kedua yaitu Tak Pantas Untukmu dan Yang Tersisa dinyanyikan oleh Indra Kesuma. Sedangkan single Kelindan Memori dinyanyikan oleh Aditya Darmawan. Selain itu Semiotik Project juga merilis video klip band Punk Rock di Lampung Pucklepop dengan singgle Ini Ceritaku. Semiotik Project sendiri menunjuk Ghani Aulia dan Wido Zuwika sebagai kreatif desain yang memiliki multi peran.

“Sebelumnya kita menggaet dua orang vokalis untuk menyanyikan lagu ciptaan saya. Kita juga merilis videoklip Ini Ceritaku milik Pukklepop. Saya bertiga dengan Ghani dan Wido memiliki satu visi yaitu memajukan penggiat musik di Lampung melalui Semiotik Project ini. Semoga kehadiran Semiotik Project ini mendapat tempat di masyarakat,” pungkasnya.

Nah, buat yang penasaran, bisa langsung denger lagu mereka dan lihat di videoklipnya di bawah ini.


kepsir.com 

Previous Article

Rekomendasi 7 laptop Chromebook, dari yang murah sampe yang mahal

Next Article

Eminem adalah satu-satunya artis solo yang menjual 500.000 album, murni pada tahun 2018

MORE KEPS