fbpx
New NormArt Exhibition

New NormArt Exhibition Pameran di Tengah Pandemi

Sebuah kegiatan dan juga menjadi terobosan yang cukup berani dari teman-teman penggiat seni rupa ditengah-tengah hiruk pikuk pandemi yang kian hari semakin membingungkan peradaban manusia. “Kegiatan yang memang digagas ditengah-tengah pandemi sekitar awal bulan September dan juga karena triggering dari teman-teman yang lebih dahulu berkecimpung di dunia seni rupa yang ingin mengangkat kembali para perupa muda Lampung khususnya di tengah pandemi yang tidak berkesudahan ini,” ujar Edo selaku ketua pelaksana acara ini. Selain itu pun event yang diadakan di masa pandemi ini juga memiliki tujuan untuk mengedukasi tentang seni rupa itu sendiri, “event ini pun juga diharapkan menjadi wadah baru untuk teman-teman penggiat seni rupa dan lainnya untuk kumpul-kumpul, sharing bareng dan berjejaring satu sama lain,” jelas Edo.

WhatsApp Image 2020 10 10 at 15.04.33
Pembukaan pameran New NormArt Exhibition

“Awal mula pencetus untuk diadakannya event New NormArt Exhibition ini dari Mas Edi selaku pembina di New NormArt Exhibition ini dan juga didukung oleh Pak Masyur sebagai penyedia galeri Pondok Seni itu dan dia mengizinkan siapa saja yang mau melakukan kegiatan entah itu berupa pameran, workshop, dan tidak menutup kemungkinan tidak hanya berupa seni rupa saja, bisa seni musik dan lain-lain asalkan masih berupa seni,” ungkap Edo yang juga menjadi peserta pameran tersebut. Pameran yang banyak melibatkan peserta yang tidak hanya ada di sekitaran Bandar Lampung saja, pun melibatkan dari luar kota Bandar Lampung juga seperti Pringsewu, Metro, Tulang Bawang Barat, Kalianda dan menjadi motivasi yang sangat besar untuk tetap melaksanakan acara ini melihat respon teman-teman yang sangat antusias mendengar kabar ini.

WhatsApp Image 2020 10 14 at 11.45.35 2
New NormArt Exhibiton
WhatsApp Image 2020 10 14 at 11.45.35 1
New NormArt Exhibition

Dengan berbagai macam background peserta yang bukan dari pendidikan seni rupa, hanya berupa hobi dan kesukaan terhadap seni rupa dan juga ada yang berasal dari pendidikan seni rupa yaitu Mas Edi yang aktif di seni rupa, dan juga ada dua orang asal Lampung yang kebetulan kuliah di Solo. “Dari awal kita rapat sudah sepakat bahwa pameran ini tidak melakukan tahap kurasi dikarenakan di Lampung sendiri belum ada yang mempunyai kapasitas untuk menjadi kurator tersebut, tapi pameran yang melibatkan 27 peserta dan lebih dari 50 karya ini kita buat dengan mengangkat subtema yaitu “New NormArt” dan bercerita tentang pandemi, sosial dan dikit tentang politik lah hehehe,” jelas Fadli sebagai panitia dan juga peserta yang kuliah di Solo tersebut.

Kenapa kita angkat tema “New NormArt” itu juga adalah sebagai bentuk respon kita terhadap keadaan yang sangat membingungkan dimana kita harus berdampingan dengan virus Corona itu sendiri, namun di lain sisi kita selalu bertanya-tanya apakah virus ini beneran ada atau nggak, jadinya ya kita plesetin aja dari New Normal jadi New NormArt. Pun kegiatan ini juga menjadi batu lompatan untuk membuat suatu ekosistem seni rupa yang lebih besar karena ternyata banyak sekali jenis-jenis dan teknik lukis yang dihasilkan, mengingat ternyata teman-teman yang menjadi peserta di acara ini bingung dan tidak tahu mau akan diapakan karya-karya mereka ini, jadi kegiatan seperti ini bisa menjadi peluang juga untuk kita bisa terangkat ke permukaan. Perlu digarisbawahi meski di Lampung belum ada institusi seni rupa, dan hal ini justru bukan menjadi halangan untuk teman-teman semua tidak perlu takut dan bingung bahwa kita bisa melakukan hal yang besar dan baik untuk seni ini, tanpa terus melulu mengagung-agungkan kota besar lain.

WhatsApp Image 2020 10 17 at 19.20.34
New NormArt Exhibition

“Tidak memiliki kesulitan yang besar sih untuk mengumpulkan para peserta pameran tersebut, tapi yang menjadi kesulitan itu ada di bagian soal teknis, mengingat kita tidak punya sponsor yang bisa support secara finansial dan kita juga akhirnya mensiasati dengan cara berkolektif untuk para peserta dengan biaya registrasi sebesar seratus ribu rupiah, dan itu bisa memamerkan beberapa karya, oh satu lagi yang juga bisa dikatakan kesulitan adalah bagaimana menanamkan rasa kepedulian dan rasa memiliki terhadap peserta terhadap pameran yang dibuat ini, karena kita juga banyak yang baru kenal dan ternyata untuk menyatukan banyak kepala itu juga cukup sulit ya, jangan sampe citra pameran kita ini terhadap orang yang datang menjadi jelek hahaha,” terang Edo. Adapun kesulitan yang diluar rencana yaitu tentang masalah perizinan dengan pihak Gugus Tugas Covid-19 yang dimana acara ini harusnya dimulai sejak tanggal 26 September dan tiba-tiba Lampung menjadi zona orange jadi izin tidak keluar dan tidak boleh ada kegiatan apapun yang memicu keramaian. Akhirnya mundur ke tanggal 10 Oktober sampai 16 Oktober 2020 akhirnya bisa berjalan lancar dan tetap mematuhi protokol kesehatan segala macam.

Dengan melihat antusias juga dari masyarakat Lampung dengan kegiatan ini yang sangat positif, dan dilur dugaan banyak yang datang untuk sekedar melihat karya teman-teman akhirnya juga menjadi reward tersendiri untuk kita semua bahwasanya banyak juga penikmat seni rupa yang datang dengan background seni itu sendiri, dan banyak juga yang benar-benar dari kalangan awam. Sebuah tujuan yang berhasil buat kita atas diadakannya pameran ini, mereka berhasil menarik perhatian masyarakat dan mereka harapkan kegiatan ini menjadi edukasi untuk mereka bahwa banyak macam genre di seni rupa tersebut, pun di lain sisi juga mereka memberikan apresiasi terhadap peserta dengan karya yang telah mereka pajang.

WhatsApp Image 2020 10 17 at 19.23.57
New NormArt Exhibition

“Besar harapan kita untuk bisa terus rutin melaksanakan acara tersebut, entah kapan dan dimana, yang jelas melihat antusias anatara peserta dan pengunjung yang sangat besar, ini akan menjadi motivasi buat kita untuk terus melakukan pameran ini, tentu dengan tema yang berbeda, atau mungkin kita akan banyak menerapkan konsep dan terobosan baru dengan kemajuan teknologi di jaman sekarang ini,” ungkap mereka dengan penuh antusias dan semangat. Setelah melewati sepekan penuh pameran tersebut, di hari terakhir penutupan pameran yang di undur sehari karena melihat pengunjung yang semakin ramai di hari-hari terakhir, mereka membuat rangkaian acara yang juga banyak melibatkan penggiat di luar seni rupa seperti menampilkan band-band lokal Lampung yaitu Tn. Robertus, Denting, Freeze, dan Mekarsari, melibatkan komunitas-komunitas di Lampung di luar seni rupa. Mereka juga menggelar lelang karya lukisan dan juga ada doorprize untuk pengunjung yang hadir saat penutupan pameran pada malam itu.

WhatsApp Image 2020 10 17 at 19.23.59
Acara Penutupan New NormArt Exhibition
WhatsApp Image 2020 10 17 at 19.26.26
Acara Penutupan New NormArt Exhibition
WhatsApp Image 2020 10 17 at 19.20.33
Acara Penutupan New NormArt Exhibition

Previous Article
Jajang by Yusuf Permadi scaled

Harapan tak berhujung ala Jajang Bagus di single, Masih (Menunggumu)

Next Article
af6ba8193317d0b0e36c30b3657a13eb

Psychedelic, Culture, Sains dan Perlawanan

MORE KEPS