fbpx
Belangkon Haji

Working Class, video klip untuk para pekerja keras dari Belangkon Haji

Belangkon Haji, unit SKA dari Lampung ini yang pada tahun 2017 lalu telah merelaese dan launching album betajuk ”Wake Up Rudeboys”

Belangkon Haji, unit SKA dari Lampung ini yang pada tahun 2017 lalu telah merelaese dan launching album betajuk ”Wake Up Rudeboys” yang melahirkan enam track lagu andalan yang salah satunya berjudul Working Class.

Dan dari awal Belangkon Haji terbentuk, sudah mulai banyak aktivitas panggung sana-sini ditambah kesibukan pekerjaan tiap masing-masing personil, sehingga belum sempat terfikirkan untuk membuat music video, namun karena seringnya pertanyaan dari teman-teman di tahun 2019 baru terfikirkan untuk merealisasikan music video.

Belangkon Haji sepakat memilih satu track yang berjudul Working Class pada album Wake Up Rudeboys untuk dibuatkan music video yang didedikasikan kepada para pekerja keras yang selalu berjuang untuk keluarga dan sanak family.

Melalui music video Working Class, Belangkon Haji mengajak  untuk selalu berjuang dengan pekerjaannya agar bisa mencapai sesuatu yang diinginkan.

Belangkon Haji
Belangkon Haji

Lagu Working Class dibuat sebagai penyamangat untuk diri sendiri ataupun orang lain (para pekerja) yang selalu bekerja. Fred Perry, Tracest, dan Boots di pakai sebagai simbol untuk para pekerja keras yang senantiasa selalu berjuang untuk keluargannya.

Pengambilan gambar dalam music video Working Class ini diambil dari beberapa tempat yang memang cocok dengan penggambaran kelas pekerja seperti jalan raya dan pusat keramaian. 

Music video Working Class ini sudah dirilis sejak tanggal 1 Mei lalu yang bertepatan dengan hari buruh sedunia (MAYDAY).

Dalam siaran pres, Belangkon Haji berharap dengan adanya music video Working Class kita semua ada penghargaan atas kerja keras dari pekerja dan buruh!

More information:
Instagram: belangkonhaji_ska
Facebook: BelangkonHaji

Previous Article
thekramustv16

the Kramus TV Eds #16 review band SOUL OF SLAMMING album Rekonstruksi Dogma

Next Article
Kemampuan untuk mencapai kemahiran bahasa yang tinggi selayaknya penutur asli tidak dapat secara langsung dikaitkan dengan usia karena faktor-faktor lain, seperti aspek kognitif, sosial, dan emosional juga berpengaruh. www.shutterstock.com

Mengapa belajar bahasa Inggris sejak usia dini tidak selalu lebih baik

MORE KEPS