fbpx

Ultraviolence, Duo Post Punk Malang Sebar Video Klip “Into A Bolder”

PICT POST NEW 2018 Ultraviolence

Kurang lebih satu tahun terbentuk, duo post punk asal Malang, Ultraviolence memperkenalkan satu single sekaligus videoklip mereka yang berjudul “Into A Bolder”.

Lagu ini merupakan episode terbaru dari perjalanan grup musik Ultraviolence. Di mana langkah menuju fase pendewasaan dan mencari jati diri belumlah klimaks hingga saat ini. Namun, menjadi istimewa karena kemunculan materi ini di-plot sebagai debut music video pertama yang dirilis setelah kurang lebih satu tahun berdiri. Memadukan ciri khas musik post-punk yang bernuansa ambient, kesan dingin dan hampa selalu menjadi fokus perhatian utama. Ultraviolence tetap dikemas dalam formasi minimalis dengan beranggotakan Torkis Waladan sebagai gitar dan Maulana Akbar sebagai vokal merangkap bass.

Materi ini mengangkat kisah romantis bagaimana perjuangan seseorang melawan kondisi dirinya yang terisolasi dengan ketakutan dan keraguan. Sebagai makhluk yang mulia, manusia tidaklah pernah lepas dari dua elemen emosi tersebut. Ketakutan dan keraguan adalah sosok antagonis yang dianalogikan sebagai wabah yang secara musiman akan mencari dan menyerang subjeknya. Suatu hal yang fatal ketika keduanya semakin bias dan menjadi penyebab keterpurukan dalam diri seseorang. Berdasarkan frase tersebut, maka tidaklah ada solusi ideal selain melawan dan menenggelamkannya melalui metafora pemberontakan.

Semua pengalaman historis yang terangkum dalam materi ini bermaksud memotivasi tiap individu agar tetap bersikap optimis. Kehidupan akan terus mengalir. Siklusnya berotasi terhadap siapapun yang lemah. Alur yang positif harus tetap tertata demi keseimbangan yang akan terjadi sebagai imbasnya di kemudian hari.

Kayak mana sih lagunya? Coba deh simak!

Previous Article

Akhirnya, Mini Album “Naik ke Laut” - Holaspica Rilis Juga

Next Article

Column: Keterbatasan BUKAN Untuk di Jadikan ALASAN!

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.