fbpx

‘Tiffany’, single terbaru Coldiac tentang kegelisahan perempuan masa kini

Tiffany - Coldiac

Coldiac;
merilis single keduanya di tahun ini berjudul Tiffany pada Jumat (18/10/2019). Melalui lagu tersebut, band asal Malang ini menuangkan kegelisahan perempuan dalam lirik sarat makna yang dibalut dengan melodi upbeat.

Coldiac memperjelas makna lirik tersebut melalui video musik yang tayang perdana di hari yang sama. Video tersebut menggambarkan seorang wanita yang merasa insecure atau kurang percaya diri dengan kesuksesan wanita lain yang tayang di televisi. Kendati demikian, wanita yang terlihat sukses di televisi itu juga memiliki kekhawatirannya sendiri yang tidak tampak di mata orang lain.

Secara implisit, mereka menyentil stereotipe masyarakat mengenai penampilan yang seharusnya dimiliki perempuan serta mengajak perempuan untuk lebih percaya diri dengan diri mereka sendiri.
[post_ad]“Tidak sedikit perempuan diharuskan berpenampilan seperti ini dan seperti itu, yang bukan dirinya. Opini tersebut membuat nggak sedikit perempuan merasa ragu dan akhirnya nggak percaya dengan diri sendiri. Padahal menurut gue, nyaman menjadi diri sendiri itu lebih baik ketimbang menjadi orang lain,” pungkas vokalis Sambadha.

b0708fe4d961062c5c0705e85729c3c05230dfee
Artwork Tiffany – Coldiac

Tiffany diproduseri oleh Petra Sihombing, sosok yang juga memproduseri single pertama band asal Malang ini bertajuk Don’t (Love Me) pada Juli lalu. Menurut Petra, single kedua ini punya pesan kuat yang bisa menjadi anthem kaum hawa.

Petra dan Coldiac juga mengajak Kamga Dekat, sebagai vocal director, supaya mendapatkan isian suara yang berkarakter dan menguatkan pesan yang ingin disampaikan dari singel Tiffany. Kamga pun juga terlibat dalam menambahkan beberapa vokal tambahan. Coldiac juga menggandeng Gilang Wisnandar, salah satu personel dari Rebelsuns, dalam proses pembuatan lirik.

Tiffany memiliki makna yang cukup dalam. Biarpun begitu, Coldiac tetap ingin menyajikannya secara ringan dan fun. Karena arah musiknya udah jelas, gue nggak mengubah banyak dari versi awalnya,” terang Petra mengenai Tiffany.

Tiffany sudah didengar sebanyak 44 ribu kali di kanal Spotify setelah enam hari peluncuran. Selain di Spotify, lagu ini juga bisa dinikmati di kanal musik digital lainnya, seperti Apple Music, iTunes, Spotify, JOOX, dan Deezer.

Previous Article

Moon Gang, proyek duo vokalis Elephant Kind dan Polka Wars rilis debut singel 'The Visit'

Next Article

'The Tales of Roses & Wine', romantisme 80-an di album kedua Kurosuke

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.