fbpx
Suka Suka Interview Vol.9

Suka Suka Interview Vol.9 : EKSISTENSI HARGA MATI

Berkesempatan berbincang dengan salah satu saksi sejarah pergerakan musik independent di Kota Bandar Lampung, dan saat ini masih aktif sebagai vokalis dari grup band “Maskaryoo”.

Dari sekian banyak fenomena yang terjadi di negara ini, seketika waktu melaju pelan setelah demam musik independen menjangkiti anak muda di kota-kota besar Indonesia.

Saat itu, musik independen (dikenal pula dengan namanya yang lebih popular, musik indie), mampu memberikan jawaban atas pencarian jati diri bagi mereka yang tak menemukannya pada musik mainstream.

Diawali di Bandung dan Jakarta, gelombang ini memperkenalkan pilihan sekaligus perspektif alternatif untuk musik, baik dalam hal konsep musik itu sendiri, proses produksi dan distribusi, hingga cara berpakaian dan berdandan.

Kali ini, kita berkesempatan berbincang dengan salah satu saksi sejarah pergerakan musik independent di Kota Bandar Lampung, dan saat ini masih aktif sebagai vokalis dari grup band Maskaryoo. Yes! tidak lain dan tidak bukan tamu spesial kali ini adalah “I Wayan Nur Bagio” atau biasa di panggil “Mas Wayan”.

Enggak pake lama, simak interview lengkapnya!

Manasuka Films
Suka Suka Interview – merupakan salah satu segmen yang isinya obrolan santai tentang seputar dunia kreatif, bersama pelaku-pelaku kreatif di Lampung
Twitter \ Instagram

Previous Article

#Event : Teater Lampau Mempersembahkan "Tak Berujung" Karya H.A. Pratama

Next Article

Protes Sosial Kelompok Penerbang Roket di Video Lirik Terbaru 'Ironi'

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.