fbpx
Suka Suka Interview Vol.7

Suka Suka Interview Vol.7 : Kenapa Harus Drama?

Batasan mendasar musik Folk itu sendiri gak jelas, sama halnya ketika publik mempertanyakan tentang genre musik dari musisi kayak Iwan Fals atau Ebiet G.Ade, banyak spekulasi bermunculan terkait hal itu.

Folk, genre musik yang banyak disebut-sebut sama majalah/ media musik Indonesia baru-baru ini. Musik Folk yang berarti musik rakyat yang penuh sama kesederhanaan dan keseharian didalam lagunya. Sejatinya dalam meramu musik itu sendiri terdapat banyak unsur-unsur tradisi dan juga kebudayaan ngasih warna di part-part musiknya, tapi sebagian musisi cuma ngasih penekanan pada nilai kesederhanaan aja. Sisi-sisi tradisional dan kontemporer didalam folk musik dikemas sama porsi yang beragam, sesuai kebutuhan, sehingga ngebentuk karakter musik yang diinginkan sama musisinya.

Folk di Indonesia mulai didokumentasikan sejak zaman Gordon Tobing di era 1960-an. Dan perkembangan musik folk di Indonesia sekarang ini sangat nunjukin progress yang baik. Beberapa tren musik folk yang ngebentang selama beberapa dekade ini sebenernya udah mulai terungkap. Contohnya, ada tren penurunan sentimen tentang ‘bahagia’ dan ‘kecerahan’ serta tren peningkatan ‘kesedihan’. Lebih dari itu, lagu-lagu folk makin cenderung jadi lebih banyak drama. Yang menariknya adalah, lagu-lagu folk yang sukses punya dinamika yang unik. Umumnya, lagu-lagu ini cenderung lebih bahagia, lebih ramah buat digunain di pesta-pesta, dan lebih feminim dibandingin sama lagu-lagu lainnya.

Batasan mendasar musik Folk itu sendiri gak jelas, sama halnya ketika publik mempertanyakan tentang genre musik dari musisi kayak Iwan Fals atau Ebiet G.Ade, banyak spekulasi bermunculan terkait hal itu. Hal ini disebabkan musik yang mereka mainkan punya karakteristik unik yang gak sering dijumpain. Begitulah Folk adanya, nuansa dan sensasinya lebih mirip De Javu, begitu akrab tapi sulit dikenalin. Alasan menarik untuk ngejawabnya adalah Folk berkali-lipat lebih tua dari pelaziman genre musik itu sendiri, Folk adalah orang tua yang baru saja diberi nama.

Dari pada terus ‘ngalur ngidul’, kali ini team Manasuka Fimls berkesempatan berbincang santai dengan salah satu front-man akustik grup yang udah gak diragukan kerennya! setelah sekian lama lalu lalang di blantika musik indie, kira-kira apasih rasanya Sofia jadi “The Only Girl In A Band” ?

Simak interview lengkapnya!

More about ourspecial guest :
Instagram : sofsofias // Afternoontalk

Don’t forget to Follow us!:
Instagram : Manasuka.films

Previous Article

Lo Fi Hip Hop Radio to Relax/Study - Jadi Fenomena Baru di YouTube

Next Article

Column : Apa Semua Hal Butuh Pengakuan Biar Berasa Penting?

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.