fbpx

Suka Suka Interview Vol.3 : Musik Bagus Harus dari Alat yang Bagus ?

[SUKASUKA-IN] Suka-suka Interview, persembahan dari Manasuka Films : merupakan salah satu segmen yang isinya obrolan santai tentang seputar dunia kreatif, bersama pelaku-pelaku kreatif di Lampung.

Studio musik adalah tempat dan peranan paling penting di sebuah ranah musik dan sebagai pendukung penting karir para musisi. Karena di sinilah para musisi menggodok musikalitas mereka, dengan saling berinteraksi secara musikal bersama rekan-rekan musik satu bandnya.

Di zaman awal tumbuhnya ranah musik underground, studio yang bisa digunakan untuk latihan musik dengan genre keras sangat sulit ditemukan. Karena kebanyakan studio-studio musik sudah menempelkan label di jendela atau depan pintunya “NO UNDERGROUND”.

Advertisement



Hanya sedikit studio saja yang bersedia menerima musik-musik yang saat itu dikategorikan sebagai musik bawah tanah. Studio musik inilah yang menjadi kawah candradimuka sekaligus menjadi simpul pengembangan yang paling penting dalam komunitas underground.

Nolkilometer Studio, yang beralamatkan di Jl. Bakau Gang Akper Bunda Delima No. 12 Tanjung Raya, Bandar Lampung, dan dengan mengusung “Applies to all genres of music”, menjadikannya  ruang bagi para musisi lintas genre.

Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana kita terus mempertahankan semangat berkarya dalam segenap fasilitas ini.

Dunia industri musik independen Indonesia kini mulai mendominasi, dari sekian banyak pilihan musik yang disajikan mungkintodak terlepat dari tugas seorang Sound Engineer. Apa bener musik yang “bagus” itu dibuat cuma dari alat yang bagus? Simak penjelasan lengkap Nanda H Pamungkas sebagai penggagas Nolkilometer Studio & Plugandplay di Suka-suka Interview kali ini,

Sikat!

More about guest:
@nolkilometerstudio
@plugandplayid

Jangan lupa juga follow instagramnya manasuka.films
@manasuka.films

Previous Article

Kolektif Bodo Amat dari Pengangguran Banyak Aksi

Next Article

LOCAL UP! Vol.1

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.