fbpx

Suar : tentang Tuhan dan pertanyaan yang tak hendak dijawab dari Polka Wars

giphy

Polka Wars;Setelah mengeluarkan double-single; Rekam Jejak dan Mapan serta single Mandiri pada akhir 2018, Polka Wars kembali dengan single terbaru mereka berjudul ‘Suar’. Polka Wars menunjukkan kekuatan eksplorasi masing-masing personilnya, Karaeng Adjie, Billy Saleh, Xandega Tahajuansya dan Giovanni Rahmadeva. Melalui ‘Suar’, Polka Wars mensyaratkan bahwa album terbaru mereka ‘Bani Bumi’ bukan proyek individu tetapi karya kolektif di mana setiap personil dapat mengekspresikan keterampilan menyanyi mereka dan membuat lirik yang kuat.

‘Suar’ adalah single yang terdapat di album terbarunya, Bani Bumi. ‘Suar’ sendiri ditulis oleh sang drummer Giovanni Rahmadeva, melalui refleksi pribadinya.

suar tentang tuhan dan pertanyaan yang tak hendak dijawab dari polka wars compressor
Doc. Polka Wars

“(Suar berkisah) tentang hubungan manusia yang berhenti untuk meminta. “Mengenai keengganan manusia untuk meminta dan meminta lagi karena tidak bisa mencerna mana yang merupakan obat mana yang merupakan racun, dan mana yang merupakan jawaban mana yang merupakan ujian,” kata Deva.

Suar dimaknai sebagai sikap pasrah menerima keadaan sekaligus melihat bagaimana Tuhan dan semesta bekerja.

“Tak hanya itu Suar juga merupakan pengingat bahwa manusia memerlukan momen untuk berhenti sejenak dan membiarkan angin membawa kita kemana Ia inginkan. Suar ialah titik netral dari sebuah perjalanan, di mana seorang manusia memilih untuk ‘netral’ dan bersandar pasrah terombang-ambing gelombang tenang dalam samudera yang luas,” tutup Deva.

Awalnya, Suar merupakan lagu “pelengkap” album Bani Bumi. Tetapi Lafa Pratomo sang produser memandang berbeda terhadap lagu tersebut.

Lafa melihat potensi besar dari Suar yang sebelumnya tidak masuk dalam radar sebagai lagu andalan.

“Namun saya tidak pernah sepakat akan pernyataan itu, karena sejak awal mendengar, saya mendengar embrio magis dari Suar, hanya perlu dibiarkan tumbuh saja,” ujar Lafa.

Polka Wars juga mengajak Sandrayanti Fay untuk berkolaborasi membawakan singel ini.

Previous Article

Skandal resmi merilis single terbaru bertajuk “Racau”

Next Article

Apple bakal tutup iTunes?!

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.