fbpx

Sovereign ingin tunjukan ‘Sex and Violence’ dalam MV Bottommost

Sovereign ingin tunjukan 'Sex and Violence' dalam MV Bottommost

Sebuah penjelasan Imam (sang sutradara) tentang cerita didalam klip musik miliknya Soverign yang bertajuk Bottommost;

“Gue pengen nunjukin keadaan seorang malaikat pencabut nyawa, yang sangat menyayangi kekasihnya. Suatu hari harus pergi melaksanakan tugasnya mengambil jiwa dari tubuh-tubuh wanita malang, seperti biasa. Tapi apa jadinya kalo seorang malaikat pencabut nyawa harus mencabut nyawa terkasihnya? Ini adalah tesis kami terhadap isu kekerasan pada perempuan yang kami sajikan melalui visual berbentuk antithesis.”

Sovereign ingin tunjukan 'Sex and Violence' dalam MV Bottommost

Lalu apa kaitannya dengan lagu Bottommost sendiri?

Menurut Sovereign, lagu ini tidak secara langsung menceritakan keadaan-keadaan yang ditampilkan didalam klip musik.

Namun kemalangan yang masih dialami perempuan, ada kaitannya dengan yang lagu ini suarakan. Namun, tidak bisa kita menyamakan titik terendah dhidup satu orang dengan yang lain. Mereka mengalami ceritanya sendiri dan patut disuarakan.

Karena tidak mungkin kita membandingkan kemalangan seseorang.Bottommost sendiri, secara penggarapan dibuat dengan kerjasama Sovereign dengan SecondFloor studio yang kemungkinan mereka akan melanjutkan kerjasama mereka dalam projek yang akan datang.

Sedikit harapan yang Sovereign titipkan dalam vidio klip musik ini, “setelah kami menceritakan hal ini, setidaknya kedepannya kita bisa membuka dialog tentang kemalangan yang menimpa siapapun dan berhenti membandingkannya”.

Lyric; Bottommost – Soverign

Try not to scream,
Deep down here there’s no one will hear.
Try not to breath,
Deep down there there’s no one believe.
Don’t you ever dare to tell anyone when you hear me and finally see him! Don’t you ever dare to look around to ensure everyone.
Keep being normal without any horrendous deal.
All of these are formed as little crumbs which only existed in some pixels.
You’re just not deep yet to see this like forcing a mortal to annihilate the seven seas.
Somehow, it will be delayed.
You’ll be muted, remained unspoken and being abolished when he appears.
Keep that silent, heed me while burying your pulse.
Further heeding leads to your visual woes of bottommost.


Cast; MV Bottommost

Arief Rahman sebagai Pencabut Nyawa
Rara Klaudya sebagai Terkasih
Niken Monica sebagai Korban Gantung Diri
Afhah Risfiani sebagai Korban Terjun Bebas
Kenyorini Fadlila sebagai Korban Tabrak Lari
Pratamie Zetri sebagai Korban Kekerasan Seksual

Crew; MV Bottommost

Executive producer – Ryant & Dio
Producer – Muqsith
Scriptwriter – Imam
Director – Hilman & Imam (Duo Mamam)
DOP – Muqsith
Art Director – Kubil
Editor – Iqbal


For more information:
@svrgnofficial (on Instagram)

Taken from “The Baneful Litanies” Album
Pre Order https://bit.ly/2QpUvcb
Send your love https://bit.ly/TheBanefulLitanies

Previous Article

Prima Napitupulu – Ajak Belajar Dari Kesalahan Lewat ‘LEBAM’

Next Article

The Highway "Lepas" single release

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.