fbpx

Slipknot: Kami Semakin Tua dan Sakit-sakitan, Album Keenam Mungkin Bisa Jadi Album Terakhir

TkWg3yK1

Baru-baru ini, para personel Slipknot sedang rame-ramenya membahas tentang album keenam mereka yang bakal dirilis dalam waktu dekat.

Mulai dari Mick Thompson, Corey Taylor, hingga si badut Shawn Crahan. Semuanya ngebahas tentang album terbaru mereka, mulai dari lagu hingga pembuatannya.

Namun Shawn belum lama ini mengungkapkan hal yang sangat menyedihkan untuk para penggemar Slipknot.

Yap, ia mengatakan kalau album terbaru Slipknot bisa jadi yang terakhir untuk mereka.

“Aku telah menghabiskan emapt bulan memikirkan tentang hidupku dan dimana sebenarnya aku dalam hidup ini. Karena sejujurnya, aku sedang berada di tempat yang dimana aku bisa jujur apa yang aku nggak mau,” ujarnya, dikutip Ultimate-Guitar.com.

“Kami banyak disibukkan dengan hal-hal lain. Dan aku merasa ini bisa menjadi akhir, kami semua semakin tua,” paparnya melanjutkan.

Shawn menambahkan bahwa ia menerima realita kalau dirinya semakin tua, begitupula dengan seluruh personel Slipknot saat ini.

“Kami semakin tua dan sakit-sakitan, bahkan ada yang dioperasi,” ujarnya.

Perlu diketahui, pemain gitar Slipknot, Jim Root, pun memang memiliki penyakit yang mengharuskannya dioperasi dan tinggal di rumah.

Bahkan, pihak rumah sakit pun sebenarnya nggak membolehkan Jim untuk keluar rumah dan manggung lagi. Bahkan para personel Slipknot melarangnya untuk keluar rumah demi kebaikannya.

Namun Jim tetap ingin manggung dan mendukung teman-temannya ketika manggung.

(#)
Foto: wallpapercave
 

Previous Article

Kemarin di Jakarta #RadioGueMati!

Next Article

Interview: Phyla Project, Ingin Meninggalkan Bekas Tapak di Kota Metro Lampung

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.