fbpx
Cheery Trees Album Sikam Lampung

“Sikam Lampung”, upaya Cheery Trees mengatasi keresahan akan lunturnya budaya asli daerah.

Penggunaan akord yang simpel nan easy-listening dan dominasi elemen gitar akustik bertempo sedang, tetap dipertahankan jadi warna khas mereka sebagaimana tiga album sebelumnya. Namun penambahan ambience-pad menjadi hal menarik yang bisa dinikmati dalam album Sikam Lampung ini.

Ragam etnis dan budaya yang ada di Provinsi Lampung, realitanya justru membuat sebagian warganya yang keturunan asli Lampung terkesan malu/enggan menggunakan Bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari. Kenyataan ini pula yang mendasari kegundahan para ahli budaya, bahwasanya Bahasa Lampung ini di masa mendatang bisa saja punah.

Keresahan sama yang tampaknya mendasari pop-duo Cheery Trees, saat memutuskan membuat lagu baru yang berbahasa Lampung. Lagu tersebut kemudian jadi satu diantara sekian materi yang terdapat di album ke-4 Cheery Trees yang diberi tajuk “Sikam Lampung”, dan telah resmi mereka rilis di Juli 2020 lalu.

“Membuat lagu Lampung memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Disamping karena kebiasaan lagu-lagu daerah Lampung yang dominan bertema sedih, galau, dan minor, juga tak banyak pilihan kata-kata puitis yang bisa dipakai untuk pembuatan liriknya.” ujar Pandu, gitaris Cheery Trees. 

Sikam Lampung, diambil dari bahasa Lampung yang berarti Kami Lampung. “Sebenarnya sih, materi ini sudah dibuat dari tahun 2019 lalu dan siap dirilis di bulan Maret 2020. Tapi karena pandemi, akhirnya terpaksa kita tunda dahulu” tambah Puput, sang vokalis.

Cherry Trees album Sikam Lampung
Doc. Cheery Trees

Terdapat 5 lagu dalam album Sikam Lampung. Lagu “Bumiku Lampung” menjadi pembuka. Istimewa, karena di lagu ini Cheery Trees memasukan unsur instrumen musik tradisional Lampung seperti cetik (semacam gamelan yang terbuat dari bambu) dan juga rebana, dalam aransemen musik mereka. Kemudian disusul lagu berjudul “Alam Sikam”, yang menggunakan Bahasa Lampung dalam penulisan liriknya.

Selain dua lagu yang mengangkat identitas daerah asal mereka tersebut, terdapat tiga lagu baru yang mengambil tema motivasi serta sekaligus memotret fenomena sosial yang terjadi di sekitar mereka. Penggunaan akord yang simpel nan easy-listening dan dominasi elemen gitar akustik bertempo sedang, tetap dipertahankan jadi warna khas mereka sebagaimana tiga album sebelumnya. Namun penambahan ambience-pad menjadi hal menarik yang bisa dinikmati dalam album Sikam Lampung ini.

Untuk sampul albumnya, kali ini Cheery Trees mempercayakan penggarapannya kepada Khairil Anwar sebagai artworker.

Cheery Trees album Sikam Lampung
Artwork Sikam Lampung

Disamping sebagai upaya pelestarian budaya Lampung serta persembahan bagi tanah kelahirannya, grup musik yang sudah terbentuk sejak tahun 2011 ini berharap album terbaru ini dapat bermanfaat dan kemudian diterima oleh khalayak ramai.

Kepsir!

Album Sikam Lampung kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital.

Informasi lebih lanjut :

E-mail : [email protected]

Previous Article
Cover Album Sepinggungan

“Sepinggungan dan Russ”, dua lagu penanda satu dekade perjalanan Roadblock Dub Collective.

Next Article
The SIGIT Single Another Day

The SIGIT kembali lagi setelah tujuh tahun absen

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.