fbpx
Cover Album Sepinggungan

“Sepinggungan dan Russ”, dua lagu penanda satu dekade perjalanan Roadblock Dub Collective.

Pandemi Covid-19 memaksa setiap individu di seluruh dunia hidup dalam jarak dan pembatasan. Namun kondisi tersebut tidak menghentikan Roadblock Dub Collective – dub duo asal Lampung yang diawaki oleh Yulius Samiaji dan Hidayat Surodijoyo untuk terus bermusik. Penyesuaian pun mereka lakukan pada proses kreatif, dan berhasil memantik dua karya terbaru mereka yang bertajuk “Sepinggungan” dan “Russ”.

Setelah premiere di laman resmi mereka Roadblock.id pada 17 Juni 2020, maka pada tanggal 19 Juni 2020 lalu Roadblock Dub Collective resmi merilis dua lagu terbaru tersebut melalui kanal-kanal musik digital terkemuka. Dua lagu tersebut merefleksikan kondisi dunia saat ini, dan didedikasikan untuk merawat semangat kebersamaan.

“Sepinggungan” adalah sebuah kisah tentang perjalanan semesta menuju tahapan yang lebih baik, dengan latar tetabuhan rebana Lampung yang rancak, bercampur semangat riang musik Jamaika.

“Sepinggungan yang dalam bahasa Lampung berarti kebersamaan menjadi spirit kami dalam berkarya. Hal ini pula yang ingin kami serukan. Dalam situasi seperti ini, kebersamaan akan menguatkan kita untuk dapat melewati semua persoalan,” jelas Yulius Samiaji. Lagu “Sepinggungan” menghadirkan Terranova, aktivis sekaligus personil band Anjing Dub dari Bandung sebagai penyanyi tamu.

Artwork Sepinggungan
Artwork Sepinggungan

Sedangkan “Russ” adalah komposisi bebunyian yang didominasi petikan gitar tunggal Lampung bernada minor dipadukan dengan layer vokal, synthesizer ala musik era 1980-an, dan reggae. Lagu ini menghadirkan Oddatee – veteran hip hop asal New York yang kini menetap di Lyon, Perancis – sebagai penyampai pesan tentang kemanusiaan. Oddatee telah berkolaborasi dengan banyak musisi, salah satunya adalah High Tone, band dub yang cukup memberi pengaruh bagi Roadblock Dub Collective.

Proses pengerjaan lagu terbilang cukup unik. Seluruh tim produksi berada di lokasi yang berbeda, sehingga tidak pernah bertemu secara fisik. “Ini juga merupakan bentuk adaptasi kami dalam proses penciptaan karya. Pembatasan sosial dan jarak yang terpisah membuat kami tertantang melahirkan karya dengan dilandasi semangat kebersamaan. Dengan dukungan teknologi, jarak bukan lagi halangan.” tutur Hidayat Surodijoyo.

Kedua lagu ini juga menjadi penanda perjalanan musik Roadblock Dub Collective selama satu dekade dan langkah mereka berikutnya dalam berkarya.

Single perdana mereka “Youth Culture” dirilis pada tahun 2010. Kemudian disusul dengan album kompilasi “Youth Culture RMX”. Pada Record Store Day 2015, mereka merilis mixtape “Dubtonator”, single “Youth Culture (Sleng Teng Version)” dan CD single “Mukadimah/Rua Jurai Echoes” di tahun 2016 dalam jumlah terbatas. Karya Roadblock Dub Collective juga dapat ditemui dalam album kompilasi “Compilado 5 Años” (Inbassion, Bogota, 2017) dan “Nusantara Dub” (Dub House, Bandung, 2019).

Selamat mendengarkan. Tabuh Pun!

More information:
Email: [email protected]
Web: roadblock.id

Previous Article
Persetan diri sendiri yang penting terkenal!

Persetan diri sendiri yang penting terkenal!

Next Article
Cheery Trees Album Sikam Lampung

“Sikam Lampung”, upaya Cheery Trees mengatasi keresahan akan lunturnya budaya asli daerah.

MORE KEPS