fbpx

Sebagai Interpretasi Kejadian Masa Lalu, Noemi Rilis Single Ketiga “Menyublim”

KEPSIR NOEMI

Noemi,
Hampir setahun setelah rilis single kedua “Vagabond” kini Noemi, band Indiepop asal Yogyakarta, yang beranggotakan Ady Ekayana (Vocal), Nudia Muntaza (Gitar), Adha M Lauhil (Bass), Garit Bhian (Drum), Pandhu Vandhita (Violin). merilis single ketiga sekaligus lagu berbahasa Indonesia pertama mereka  yang berjudul “Menyublim” pada 11 Oktober lalu.

“Lagu ini menggambarkan keinginan seseorang untuk melepaskan diri dari sesuatu (atau bahkan seseorang) yang sebenarnya tidak baik untuk dirinya,” kata Ady sang vokalis dan teman baik dari Daneto Danerdon sebagai pembuat lirik.

Lirik puitis pada lagu “Menyublim” dikemas secara syahdu oleh Noemi sebagai interpretasi atas kejadian masa lalu yang dialami oleh Daneto. “Sebagai curahan hati atas perasaan depresi serta himbauan untuk melepas hal-hal yang sekiranya dapat membuat menderita, hubungan yang toxic maupun ketergantungan terhadap obat-obatan,” ungkap Daneto kepada Noemi ketika memberikan materi liriknya sebelum dijadikan sebuah lagu yang utuh.

Lagu yang tidak pernah absen dari penampilan panggung Noemi sejak tahun 2015 ini direkam di Soda Pop Records dan Interest Studio Yogyakarta sebagai pendahuluan sebelum dirilisnya album perdana Noemi. Adapun untuk mixing dan mastering dikerjakan pula di Soda Pop Records oleh Elmo Ramadhan.

Noemi bekerja sama dengan Shutterbeat Official dari Surabaya untuk pembuatan video lyric “Menyublim” yang telah diunggah di laman Youtube. Flyingpants lab dari Ruang Gulma Yogyakarta juga berperan dalam pembuatan artwork dalam single ini. Tentunya single ketiga dari Noemi ini juga bisa dinikmati di beberapa platform digital seperti Spotify, Joox, iTunes dan sebagainya.


www.kepsir.com

Previous Article

Rayakan Cassette Store Day 2018, Sajama Cut Rilis Ulang Chinese Magicians

Next Article

Mengenang Format Kaset melalui acara Cassette Store Day 2018

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.