fbpx
comp phyla artwork

Sajak Perindu, Single Terbaru Dari PHYLA, Ungkapan Kerinduan Yang Tak Tersampaikan.

Single Sajak Perindu ini terasa mengusung warna yang sedikit berbeda dari karya-karya PHYLA sebelumnya. Pelibatan teman-teman di circle pergaulan PHYLA untuk turut aktif andil dalam proses kreatif single terbaru ini, bisa jadi adalah penyebab utamanya.

Sajak Perindu
Musnahlah keinginan untuk bertemu
Merubah dan menjadikanku seorang “Perindu

Tiara Kays, PHYLA

Kerinduan kepada orang tercinta yang telah mendahului seringkali membekas begitu dalam. Menimbulkan kesedihan teramat sangat, karena keinginan untuk bertemu kembali pun mustahil terjadi. Menuangkannya ke dalam lirik lagu jadi upaya ampuh yang acap dilakukan musisi untuk mengobati perasaan rindu tersebut.

Hal sama yang dilakukan Tiara Kays vokalis PHYLA, grup musik asal Kota Metro, Lampung. Kerinduan kepada sang ayah yang telah pergi menginspirasinya untuk menulis lirik lagu “Sajak Perindu“, single terbaru PHYLA yang telah resmi rilis di berbagai platform musik digital pada 12 Oktober 2020 lalu.

“Pagi di bulan Juni 2020, saya terbangun dari mimpi dan tersirat rindu kepada ayah saya yang sudah tak ada lagi di dunia. Kemudian rasa itu berubah menjadi kesedihan, bermimpi untuk selalu bisa bersama ayah. Ayah yang pergi tanpa isyarat, menjadi rindu yang teramat, yang kemudian saya tuangkan kedalam tulisan sederhana sebagai rindu yang tak tersampaikan untuk pahlawan hidup saya yang telah hilang. “ ungkap Tiara.

TIARA PHYLA
Foto : Tiara Kays, PHYLA

Proses Kreatif

Single Sajak Perindu ini terasa mengusung warna yang sedikit berbeda dari karya-karya PHYLA sebelumnya. Pelibatan teman-teman di circle pergaulan PHYLA untuk turut aktif andil dalam proses kreatif single terbaru ini, bisa jadi adalah penyebab utamanya.

Di antaranya ada SaDewo & Jelita (words), Cicillia Vania (voice over talent), dan Besly Karbadiku (acoustic guitar). Selain itu ada juga Hussaeni Aditya dari band Alaska Eight, sebagai pengisi electric guitar sekaligus berperan sebagai music director dalam penggarapan lagu ini. Sedang untuk penggarapan artwork Sajak Perindu, PHYLA mempercayakannya kepada Motel.

ART WORK SAJAK PERINDU PNG
Gambar : Artwork Sajak Perindu

Proses penulisan dan penyempurnaan lirik yang dilakukan Tiara sebagai komposer terbilang unik. Inspirasi awal berangkat dari perasaan yang dialaminya, kemudian ia coba menghubungi beberapa rekan untuk mendapatkan referensi dan perspektif berbeda atas kejadian yang kurang lebih sama. Hal tersebut dimaksudkan Tiara agar lagu Sajak Perindu ini selanjutnya bisa dimaknai secara lebih luas dan universal. Tidak hanya sebagai ungkapan kerinduan kepada ayah saja, bisa jadi juga kerinduan kepada Tuhan, pasangan, masa lalu, serta apapun. Yang mana, mungkin rindu itu tidak tersampaikan dan kemudian berubah menjadi kesedihan.

“Pemikiran dari teman-teman itu mereka kirimkan melalui WhatsApp. Rencana tadinya kita mau temui sekaligus silaturahmi, tapi karena sedang berada di masa pandemi covid-19 jadi kita komunikasi via WhatsApp. Setelah semua hasil pemikiran itu terkumpul, kita edit menjadi foto teks. Kita posting dan abadikan di dalam feed instagram PHYLA”, jelas Tiara.

Penggarapan Musik

Penggarapan musik Sajak Perindu dikemas cukup berbeda dari tema lagu PHYLA yang sebelumnya. Demi mendapatkan perpaduan music instrument yang menghasilkan feel yang tepat untuk lagu ini,  Hussaeni Aditya selaku Music Director bersama Wahyu Deka sebagai Music Producer, mengadaptasi musik Novo Amor dari Aberystwyth, The NeighBourHood, serta dari beberapa musisi Indonesia lainnya.

Sempat mengalami kesulitan akibat perbedaan selera saat proses mixing dan fitting sound, Hussein dan Deka kemudian memutuskan untuk menggabungkan nuansa raw di bagian awal lagu dan nuansa ambient yang kuat pada bagian klimaks, yang membuat pesan dari musik di lagu Sajak Perindu lebih tersampaikan.

Untuk proses mixing dan mastering, single Sajak Perindu ini ditangani oleh Rifan Wiguna di SILKIE RECORD.

ART WORK FEED NEW RELEASE
Doc. Phyla

Terbentuk sejak 6 Juni 2016, berawal dari grup musik Ceremony yang kerap bergonta-ganti formasi. Tiga personil yang akhirnya tersisa dari Ceremony, yaitu Tiara Kays (vocal), Ferdy Andes (Drum), dan Miftahul Huda (Gitar), kemudian sepakat membentuk band baru bernama PHYLA. Setelah puas melanglang buana dari satu panggung ke panggung lain, maka pada 16 Desember 2017 PHYLA merilis mini album perdana mereka. Album ini diberi judul Bekas Tapak, yang berisikan enam lagu karya mereka sendiri.

Kepsir!

Single Sajak Perindu dari PHYLA kini telah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital!

Info lebih lanjut :
Instagram : @phylaproject

Previous Article
af6ba8193317d0b0e36c30b3657a13eb

Psychedelic, Culture, Sains dan Perlawanan

Next Article
Artwork - Ratapan Rahmana

Bella Fawzi dan Asteriska 'Barasuara' ungkap sisi melankolis Rahwana dalam 'Ratapan Rahwana'

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.