fbpx

Rubah di Selatan luncurkan album perdana, ‘Anthera’

Rubah Di Selatan Photo Profile

Yogyakarta – Unit folk/post-rock Yogyakarta, Rubah di Selatan, telah secara resmi meluncurkan album pertamanya yang berisi 10 lagu dengan judul Anthera pada tanggal 1 Februari lalu. Album ini menjadi saksi perjalanan Mallinda Zky, Gilang Pultn, Yayan Padz dan Ronie Udara, empat Rubah di Selatan yang telah melalui berbagai fase dari mulai terbentuk hingga melahirkan album.

“Seneng banget, lega, ga nyangka juga dulu soalnya Gilang awalnya cuma ngajak aku jamming biasa gitu ternyata bisa sampai sejauh ini. Lega yang pasti. Semoga ini jadi awalan yang menyenangkan untuk kedepannya atau album-album berikutnya,” kata Mallinda (vokal), dikutip dalam siaran pers.

Anthera direkam di studio kamar, tepatnya kost yang berukuran 3×3, yang sering dimulai di pagi hari untuk mendapatkan kondisi audio yang bebas dari polusi suara. Judul Anthera berasal dari bahasa Latin modern yang berarti kepala sari.

Rubah Di Selatan Anthera Artwork
Artwork/Anthera/Rubah di Selatan

Album ini menceritakan perjalanan ke dimensi lain. Perjalanan itu dimulai dari “Selaba” dan berakhir di “Leave Anthera”.

“Sempat merasa panik ketika mau rilis. Karena basic kami belum pernah merilis album sebelumnya, jadi ini adalah album pertama Rubah di Selatan, dan album pertama dari kita masing-masing. Piye cah piye cah itu telah menjadi percakapan yang sering terungkap belakangan ini, pada panik semua. hahaha,” tambah Gilang.

Selain merilis album pertamanya, Rubah di Selatan juga tengah menyelenggarakan Anthera Tour: Part 1 di beberapa kota di Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Dalam rangkaian tur, Rubah di Selatan membawa konsep special show yang belum pernah ditampilkan sebelumnya.

Dan kabarnya juga, Rubah di Selatan berencana untuk merilis album pertamanya dalam bentuk fisik dan boxset. Dan dengan dirilisnya album, Anthera, resmi menjadi rumah pertama bagi Rubah di Selatan.

More information
Website : www.rubahdiselatan.com
Instagram : rubahdiselatan
Youtube : bit.ly/2LCMt19
Bandcamp : rubahdiselatan.bandcamp.com


kepsir.com 

Previous Article

"Kurang Piknik", ode dari Pyongpyong untuk kelas pekerja

Next Article

GUNS, unit Grunge dari malang yang sulit diatur meluncurkan "Hi Lucy"

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.