fbpx

RISSAU, mereka yang merayakan kehancuran!

poster %25283%2529 1549013227
PosterRISSAUAkulah Sisa-sisa yang Merayakan Kehancuran

Hadir dari Batam,
kuartet shoegaze bernama RISSAU telah menerbitkan karya terbarunya. Mereka merilis single “Akulah Sisa-sisa yang Merayakan Kehancuran”, sebuah lagu tentang kegelisahan dan ketakutan akan dunia luar yang menuntut.

Jika kita ditantang untuk menjelaskan imajinasi kita tentang musik shoegaze, hal pertama yang terlintas dalam pikiran adalah pemandangan yang didominasi oleh sesuatu yang gelap, berawan dan dingin. Namun, berbeda dengan kuartet musisi yang terdiri dari Rizky (gitar, vokal), Hasroy (bass, vokal), Gogo (gitar) dan Rahmat (drum), yang membuat pantai tropis yang cerah, penuh warna terang, membuat musik shoegaze sebagai ekspresi musik mereka.

Tumbuh dan berkembang di kota Batam, kepulauan Riau memang tidak mudah untuk memulai karir di genre musik yang terbilang sulit untuk menarik banyak pendengar. Namun, kesulitan itu sebenarnya meningkatkan energi kreativitas mereka makin lebih menggebu.

Melalui RISSAU, mereka mengeksplorasi kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan banyak hal yang ingin mereka ungkapkan melalui lagu. Melalui cerita sehari-hari, mereka terinspirasi oleh dinamika apa yang dirasakan manusia. Kesedihan, kekecewaan, polemik dan konflik dalam kehidupan sehari-hari adalah komposisi yang dikemas oleh warna-warna dream pop atau bahkan pasca-rock.

Ruang Temu adalah bukti dari eksplorasi mereka pada tahun 2018. Ruang Temu berisi 12 lagu yang dirangkum dalam bentuk kaset pita dan cakram padat dan didistribusikan melalui portal aplikasi digital. Di awal 2019, eksplorasi mereka tidak berhenti. Pada 19 Januari 2019, mereka secara resmi merilis single yang dikemas secara audio dan visual melalui saluran YouTube mereka.

“Akulah Sisa-sisa yang Merayakan Kehancuran,” menceritakan kecemasan seseorang tentang ketakutannya pada dunia luar yang menuntut apa yang diinginkan orang lain. Lagu ini diperuntukkan bagi mereka yang memainkan peran hari demi hari dan kebohongan yang terus berulang. Hadir dengan format video hitam dan putih yang didominasi oleh adegan olah gerak tubuh yang dibuat slow motion disesuaikan dengan musik yang mereka mainkan. Simak karya baru mereka di bawah ini!


kepsir.com 

Previous Article

Engelbert Humperdinck siap menggelar konser di Jakarta - Indonesia

Next Article

Tech : Google delete 29 beautify application camera

MORE KEPS