fbpx

“Prelude Berkabung” hasil refleksi DKTMI dalam melihat manusia yang kehilangan kemanusiaannya

IMG 0303

DKTMI;
Prelude Berkabung adalah hasil refleksi DKTMI dalam melihat manusia yang kehilangan kemanusiaan nya.

Sebuah karya instrumental yang DKTMI rilis pada tanggal 5 November ini adalah “Prelude” atau pengantar salah satu karya DKTMI yang berjudul “Berkabung”.

Proses kreatif dari karya ini sendiri bersumber dari literasi yang kami pelajari, yakni komposisi musik yang cenderung memunculkan musik instrumental dalam karyanya seperti guruh gipsy, pink floyd dan mother engine, juga buku atau bahan bacaan dalam bentuk digital terkait manusia dan kemanusiaannya.

995fa1df4654b0278b8a29ac06810dc93aaa42b1
Artwork single Berkabung – DKTMI 

Dalam proses produksi, seluruh notasi gitar yang ada didalam karya ini dikerjakan sendiri oleh Ardika (gitar, vokal) dengan materi yang dikomposisi oleh Ardika dan Tamaro (gitar bariton). Seperti fungsinya sebagai prelude/pengantar “Prelude Berkabung” lewat notasi yang cenderung suram, gelap dan abisal ingin mengajak setiap pendengar untuk bersama-sama masuk kedalam suasana berkabung, berkabung untuk manusia yang kehilangan kemanusiaannya.
[post_ad]“Prelude Berkabung” ini nantinya juga akan menjadi salah satu karya yang masuk di EP DKTMI  berjudul “Berkabung”. “Prelude Berkabung” sudah dapat didengar melalui layanan musik digital seperti Spotify, Joox, iTunes, Deezer dan layanan music streaming lainnya.


More information:
Instagram: @dktmi 
Youtube: musikdikotomi
Contact: Ardika – 082246881205
Email: [email protected]

Previous Article

Sivia Azizah, mengajak "Belajar Merelakan" melalui single terbarunya, STORM !

Next Article

"All The Tracks Based On My Feelings And This Is What It Looks Like" EP pertama The Sugar Spun

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.