fbpx

Melokala, berdamai dengan perasaan lewat mini album “Metafora Rasa”

DSC01337

Lampung tidak berhenti melahirkan karya-karya dari musisi-musisinya. Salah satunya adalah unit Pop/Alternative Pop asal Bandar Lampung, Melokala, yang telah merilis sebuah mini album yang berjudul “Metafora Rasa” pada 31 Januari 2019 lalu. Grup band yang hanya beranggota tetap dua personel ini dibentuk pada 20 November 2017, yaitu Rivandi sebagai vokalis dan Modjo pada gitar.

Metafora Rasa adalah ungkapan sebuah perasaan seseorang dalam menjalani kisah kasih. Rasa yang diungkapkan dalam mini album mengusung tema tentang hubungan percintaan yang menghimpun perasaan yang kelam, sedih, kecewa, sendu, hingga sebuah upaya untuk berdamai dengan perasaan itu sendiri.

“Mini album ini adalah belenggu sekaligus pembelajaran buat gue, dimana gue sendiri nggak begitu mahir bicara tentang cinta hahaha. Itu yang membuat gua kesulitan dalam proses menciptakan lagu-lagunya. Tapi mini album ini udah kesepakatan band yang mengharuskan temanya tentang cinta, yaudah, gua belajar mendalami sebuah perasaan itu. Pada akhirnya gue berhasil dan lega hahaha.” ungkap Modjo.

FRONT%2BEP%2BMELOKALA
Artwork/Metafora Rasa/Melokala

Proses produksi lagu dalam mini album Metafora Rasa dikerjakan di 1865 Record, secara bertahap pada Januari dan Juli 2018 serta Januari 2019. Mixing dan mastering dikerjakan oleh Mas Hendry Wijayanto selaku owner 1865 record. Proses penggarapan materi hingga perekaman Melokala dibantu oleh Erry Arya Purnama (Radiofriendly band) dan Herndaru. Pada artwork mini album itu sendiri digarap oleh Modjo yang berkolaborasi dengan Triga Irvanda Fajar selaku seniman kota Bandar Lampung.

“Kalo ngebahas soal mini album pertama Melokala ini, sebenernya kayak masih ngerasa nggak percaya gitu sih. Seolah olah waktu itu cepet banget berlalunya, dan dengan ada nya jarak antara gue sama modjo itu buat Melokala nggak bisa jalan dengan sempurna, tapi untung nya masih ada bang Erry (Radipfriendly) yang nggak pernah berhenti buat ngebantu melokala dari awal. Tapi sekarang melokala udah rilis mini album. sekaligus jadi rumah, identitas dan bukti keseriusan melokala untuk meramaikan permusikan indie di Bandar Lampung dan Indonesia.” tutur Rivan.

Mini album Melokala saat ini hanya tersedia dalam format cakram padat. Mengenai rilisan digital, mereka akan menyusul dalam waktu yang belum bisa ditentukan. Namun akan diinfokan pada akun sosial media Melokala.

More information :
Instagram : melokala
SoundCloud : melokala-official
YouTube : Melokala Official

Foto : Doc/Melokala


kepsir.com 

Previous Article

"An Ephemeral", salam damai dari OBITR

Next Article

Tech: Microsoft mulai menyarankan penggunanya untuk berhenti memakai Internet Explorer

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.