fbpx

Kompilasi bising dari Semarang “From The Muddy Banks Of Kaligrunge”

From The Muddy Banks Of Kaligrunge

15 Maret 2020, Semarang.
Resah mempersatukan kami dan distorsi adalah imannya. Generasimendekonstruksi pergerakan anak muda pada penanda zamannya, musik diputar silih berganti, berubah pada pencariannya, mencampur identitasnya, memodifikasi punk, hippies, musik heavy metal dalam eksplorasi yang lainnya, merupanya seperti tempelan kolase menjejal disepanjang lorong kumuh kota. Tidak ku temui Wujud namun jiwa dan hakikat mu. “Grunge adalah sesuatu yang kabur, yang tidak perlu dipaksakan memiliki definisi tertentu.”

Bukan tentang idolasi, dan sederet foto kopi tentang Seattle. Grunge bermutasi pada hal yang lebih kompleks, menyentuh pada sikap personal dan kami merespon pada rasa yang sama namun raga yang beragam. Semarang pada lintas yang lebih luas, maaf jika kami tak seragam.

Kompilasi bising dari Semarang "From The Muddy Banks Of Kaligrunge"
From The Muddy Banks Of Kaligrunge

Kita kumpulkan belulang yang terserak terpendam di sepanjang lumpur Kaligarang, kali yang memisahkan barat dan timur kota semarang. Sungai adalah penyambung kedua sisi kota yang saling mengisi satu dengan lainnya. The Muddy Banks of Kaligrunge, adalah kompilasi yang menyatukan rentetan satu generasi dengan lainnya, bising satu dengan lainnya seharusnya beragam.
[post_ad]Berisi 23 band lintas semarang dari Screaming School, Distorsi Akustik, Neverbleach, Demesius, Siti N Urbaya, Redam, Glasstrick, Myur and The Bastards, The Joints, Bruug, Biorre, Octopuz, Doh, Too Lighter, Anomali, Chip Chip Monkey, Big Bomb Beers, Terasku, R.A.T, MTN, Jambu Aer, Mellodika, Moralkita, dalam 90 menit putaran pita kaset yang kami produksi dengan jumlah terbatas.

Kompilasi bising dari Semarang "From The Muddy Banks Of Kaligrunge"

Dikerjakan secara kolektif karena do it your self is dead, together can be fun!! Rilisan ini kami dedikasikan untuk setiap nada yang kalian kontribusikan. Berdansalah jiwa yang liar, sebarkan pesan mu hanyut dan berlabuh sebagai pengikat persaudaraan dari kami di kota merah.

*

Previous Article

Sheila Anandara, solois manis merilis single ear cacthy berjudul "Kereta"

Next Article

today on THE PLAYLIST: Triga Irvanda Fajar a.k.a Sinkink

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.