fbpx
Hagara \ Doc. Hagara

Hagara: berbagi perspektif tentang detail kehidupan lewat “Masa”

Hagara, grup band asal Jakarta merilis single pertama berjudul “Masa” pada Jumat, 15/05 lalu.

Berangkat dari kejenuhan akan topik yang sering beredar di permukaan, Hagara – beranggotakan vokalis dan gitaris Satrio Nugroho Aji, gitaris Bagas Sigit Nugroho, keyboardist Luthfi Pradhana, drummer Joshua Alexander dan bassis Bagus Eghar – sepakat untuk merajut keresahan tersebut lewat musik yang mereka tulis. Single “Masa” menjadi ruang bagi Hagara untuk berbagi perspektif mengenai detail kehidupan yang mendasar.

Hagara \ Doc. Hagara
Hagara \ Doc. Hagara

Salah satunya, bagaimana setiap pengalaman hidup individu – baik positif atau negatif – akan menempa individu menjadi lebih bijak di masa mendatang. Rilisnya single “Masa” sekaligus menjadi pembuka jalan untuk perilisan EP perdana Hagara, bertajuk “BARAKA” yang akan hadir pada Juli 2020.

Artwork \ Masa - Hagara
Artwork \ Masa – Hagara

Memiliki latar belakang musikal yang berbeda, kelima personil menuangkan pengalaman musik masing-masing menjadi sebuah musikalitas baru. Mereka memasukan unsur shoegaze, progressive-ambient dan post-rock ke dalam musik mereka.

Melalui lantunan musikalitas Hagara, kelima personil berharap pendengar dapat terbang menembus batasan-batasan yang membelenggu dan tumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Single “Masa” akan tersedia di seluruh platform musik digital mulai Jumat (15/05) seperti Spotify, Apple Music dan Deezer.

More information:
Instagram: hagara___


Hagara – Masa [Lirik]
Remuk Semua Remuk Semua Manusia – manusia penuh sia Penuh sia Remuk Semua Remuk Semua Manusia – manusia penuh sia Penuh sia Remuk Semua Remuk Semua Manusia – manusia penuh sia Penuh sia Bimbang mencipta resah Sesak mengalir dengan deras Kobar diri angsur padam Masa merangsang punah Suara zaman kian parau

Previous Article
artwork-Larung Memori-Pale Skies

Pale Skies rilis single terbaru "Larung Memori"

Next Article
Doc.Grub Sebelah

Grub Sebelah — unit Pop Indie asal Pringsewu — merilis album perdana Lokananta Waktu.

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.