fbpx
Doc.Grub Sebelah

Grub Sebelah — unit Pop Indie asal Pringsewu — merilis album perdana Lokananta Waktu.

Lokananta sendiri secara harafiah, diartikan sebagai bunyi tetabuhan gamelan yang hanya bisa di tabuh oleh dewa-dewa

Setelah sukses dengan single pertamanya Gerimis dan Hujan di Januari 2018, maka pada 12 Juni 2020 ini Grub Sebelah resmi meluncurkan album perdananya yang bertajuk “Lokananta Waktu”, yang saat ini dirilis dalam bentuk digital.

Lokananta Waktu, yang juga merupakan judul salah satu lagu yang terdapat di album ini, sengaja dipilih sebagai judul album. Karena dianggap mewakili inti cerita yang terdapat di delapan lagu yang terangkum di album ini.

Artwork Album Lokananta
Artwork Album Lokananta

“Lokananta sendiri secara harafiah, diartikan sebagai bunyi tetabuhan gamelan yang hanya bisa di tabuh oleh dewa-dewa (dalam hal ini dapat artikan sebagai Tuhan). Lirik “sang penabuh waktu” adalah sang pemilik waktu, juga diartikan sebagai Tuhan. Sedangkan lokananta jiwa adalah bunyian yang hanya dapat di berikan oleh Tuhan yang mengisi seluruh jiwa kita, pendekatan nya ke konteks “keimanan”.

Dalam lagu ini diceritakan proses sadarnya seorang manusia, dalam menemukan penyembuhan dari segala lukanya, dimana hanya Tuhan yang mampu menolongnya dan memberikan waktu untuk ia kembali. Proses tersebut kami namakan Lokananta Waktu. Tetabuhan bunyian sebagai penemuan iman, dalam dentang waktu yang Tuhan berikan”. Jelas Andri, salah satu personil Grub Sebelah ketika kami hubungi.

Lokananta Waktu berisikan 8 track dan telah dipublikasikan secara digital oleh Omah Record, terdiri dari :

  1. Malam Tanpa Terpejam
  2. Gerimis dan Hujan
  3. Relakan dan Kau Akan Terbiasa
  4. Kopi (Feat. David Natanael)
  5. Lokananta Waktu
  6. Jogja
  7. Teruntuk Pejalan Yang Diharap Lekas Pulang
  8. Kepala Dua

Album yang pengerjaannya dimulai sejak awal 2019 ini, prosesnya dikerjakan baik secara mandiri maupun kolaborasi dengan beberapa pihak. Sebagian besar lagu dalam album Lokananta Waktu ditulis oleh vokalis Kinanti Dwi Rahesti (Kiki). Terdapat tiga lagu di album Lokananta Waktu yakni Gerimis dan Hujan, Kopi, Teruntuk Pejalan Yang Diharap Lekas Pulang yang penulisan liriknya bekerjasama dengan Dita Juwita, seorang penulis buku kumpulan puisi “Perihal Kamu”. Ada juga David Natanael Siahaan, yang turut andil sebagai Keyboardist di salah satu lagu yang berjudul “Kopi”.

Proses rekaman, mixing, maupun masteringnya dibantu oleh Aji Cahya Fajar dari Omah Record. Sedangkan untuk urusan artwork dan visual, Grub Sebelah mempercayakan Citra Rahma El Kautsar, sebagai ilustrator dari cover album.

Album Lokananta Waktu sudah bisa dinikmati di sejumlah platform musik digital, dan rencananya dalam waktu dekat album ini juga akan diproduksi dalam format fisik.

“Insya Allah awal bulan depan, akan kami rilis untuk exclusive pack album kita yang bekerja sama dengan clothing lokal “KEY”. Jadi nanti merchandise dan CD yg kita kemas dalam bentuk box-set, dan ini kami buat terbatas”, tutur Andri.

Doc.Grub Sebelah
Doc.Grub Sebelah


Terbentuk sejak Desember 2017, Grub Sebelah sempat mengusung nama Vaterland. Sebelum akhirnya berganti menjadi Grub Sebelah, saat ini digawangi 5 personil, Kiki (Vocal), Hendri (Gitar), Dzikri (Gitar), Andri (Bass) dan Iqbal (Drum). Grub Sebelah berasal dari 2 kata. Grub sendiri merupakan sebuah istilah dalam Linux yang mengartikan diperbolehkannya menggunakan 2 sistem yang berbeda. Sebelah-pun mengartikan sisi lain atau bagian lain dari para personil. Jadi bisa diartikan, Grub Sebelah adalah sisi lain dengan genre dan visi misi bermusik baru dan berbeda.

More Information :
Email : [email protected]
Instagram : @grubsebelah
YouTube : Grub Sebelah
Twitter : @grubsebelah
Facebook : Grub Sebelah

Previous Article
Hagara \ Doc. Hagara

Hagara: berbagi perspektif tentang detail kehidupan lewat “Masa”

Next Article
Persetan diri sendiri yang penting terkenal!

Persetan diri sendiri yang penting terkenal!

MORE KEPS