fbpx

Gore Animal, brutal death metal asal Tangerang berhasil menarik label Spanyol

Death metal “oldskool” dalam lagu Parasite of Soul milik Gore Animal, telah berhasil menarik perhatian label Spanyol, Pathological Explicit Recording. Mereka kemudian bekerja sama untuk merilis album Parasite of Soul.

Unit brutal death metal dari Tangerang ini, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan album terbarunya. Album bernama Parasite of Sou telah digarap dalam kurun waktu tiga tahun. Bukan tanpa alasan, Gore Animal melakukan berbagai perombakan, seperti dalam aransemen musik, tema, lirik dan juga konsep musik. Gore Animal mencoba untuk kembali ke gaya brutal death metal oldskool, menarik musikalitas tahun 90-an namun dengan balutan sound yang modern.

Gore Animal ingin kembali ke era berjayanya Trading Pieces dari Deeds of Flesh, Perpetual Mockery dari Beheaded atau Stench of the Deceased milik Vile  yang menambah semarak musik ekstrim pada pertengahan 90-an. Alasannya, mereka ingin membuat pasar sendiri, tanpa mengikuti jalur yang diambil oleh kebanyakan lainnya.

Parasite of Soul bercerita tentang parasit yang ada di setiap jiwa manusia: perasaan benci dan marah yang berdampak negatif kepada kehidupan. Parasite of Soul direkam di 52 Studio dan Esa Studio Music, Ciledug Tangerang. Untuk mixing dan mastering, mereka memberikannya kepada R. Muhammad Agung dari R.A.S Studio yang juga drummer dari Atrocious dan Bleeding Flesh. Sementara dalam pengerjaan artwork didelegasikan ke Dian Tri Atmoko dari Sidjimbe Art.

Kerja keras dari Gore Animal tampaknya juga membuahkan hasil. Produk olahan mereka dilirik oleh salah satu label Spanyol, Pathological Explicit Recording. Fernando Romero, pemilik label, menyambut baik album Parasite of Soul dan secara resmi menjadi tandem untuk Gore Animal dalam merilis album.

Untuk informasi lebih lanjut untuk mendapatkan rilisan fisik Parasite of Soul, silakan kunjungi halaman Instagram @goreanimal_official.


kepsir.com 

Previous Article

Otonymous: Bersama Datsun Lampung Community Penuh Warna

Next Article

Di rumah bersejarah Garin Nugroho, Negeri Syam perkenalkan lagu baru secara live

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.