fbpx

Goodbye Pathetic – Spin-off dari Threesixty Skatepunk, Pagi Nan Cerah dan Full On Friday

goodbye%2Bprof

Goodbye Pathetic, sebuah band yang terlahir di dalam band.

Goodbye Pathetic merupakan spin-off dari band Threesixty Skatepunk, Pagi Nan Cerah dan Full On Friday, yang terbentuk tepatnya pada 12 Desember 2017 di Kota Bandar Lampung.

Berawal dari sekedar omongan kosong sang manager Threesixty Skatepunk, Rickypli.

“Yah seperti biasalah, kami lagi kumpul-kumpul dan sharing soal musik. Ketika kita berkumpul, ada personil dari Threesixty Skatepunk, Pagi Nan Cerah dan Full On Friday.” Goodbye Pathetic

Terucap lah si Rickypli ini (manager Threesixty Skatepunk);

“Gimana kalo kita buat side project dengan penggabungan antara 3 band ini yg menjadikan eksplorasi musik nya lebih luas lagi.”Rickypli

“Dan kami mengiyakan, karena keresahan kami juga sih, karena ke vakuman Band kami (Threesixty Skatepunk, Pagi Nan Cerah dan Full On Friday ) yang kehilangan personil dan juga ada kesibukan dari beberapa personil band-band kami. Dan bukan hanya itu saja, tapi karena kebosanan kami juga yang membawakan materi lagu dengan aransemen yg standar, kami menginginkan eksplorasi musikal yang lebih luas. Untuk genre, mungkin sekarang kami lebih ke Pop Alternatif, tapi kembali lagi ke para penikmat musik kami yang menilai sendiri.” – Goodbye Pathetic

Namun tidak mungkin terlaksana jika hanya omongan belaka saja tanpa pergerakan.

Maka Febry sang vocalis Threesixty Skatepunk di rekrut menjadi vocal guitar, Fredy guitaris dari Threesixty Skatepunk -pun direkrut menjadi sang bassis, lalu mereka mengajak Robby dari Full On Friday sebagai lead gutar dan Otoy dari Pagi Nan Cerah sebagai drummer.

“Maka metode perombakan personil seperti ini lah yang kami pilih. Kerena kebetulan, dua player dari band Full On Friday dan Pagi Nan Cerah, sering menjadi additional player Threesixty Skatepunk. Maka tidak sulit untuk menyatukan visi dan misi kami. Untuk selera musik kami teramat sangat berbeda, tapi perbedaan itulah anugerah bagi kami sehingga terciptanya sebuah karya.” – Rickypli

Goodbye Pathetic sudah memiliki satu single yang berjudul Tak Terbatas, single itu menceritakan tentang kehidupan dimana kita sebagai manusia yg di ciptakan Tuhan tak ada batas waktu untuk terus berusaha meski kita sudah menjadi tua dan tak ada batas waktu untuk terus bersyukur.

Selanjutnya, Goodbye Pathetic berencana untuk membuat sebuah EP yang berisikan lima lagu baru. Goodbye Pathetic juga berharap; Semoga side project mereka bisa di terima di semua kalangan masyarakat dimanapun berada.

(Goodbye Pathetic)
Edt. Mr. Keps

Previous Article

MAGAZONE - 001

Next Article

Event : "UNSPOKEN STORIES" Women Art Exhibition

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.