fbpx

Evolve, perubahan besar pada album perdana Cannot Play

Cannot Play - Evolve
Cannot Play;
2019 menjadi tahun yang akhirnya bisa mengukuhkan niat cannot play untuk merilis album perdana mereka. Grup band yang sekarang beranggotakan dua orang yaitu, Shandy (vokal) dan Dandy (gitar) tetap semangat meskipun mereka tinggal berdua saja serta dibantu beberapa pemain pembantu (additional).

Tema “Evolve” mereka pilih karena nama evolve itu sendiri yang berartikan evolusi / perubahan dan sangat cocok menggambarkan kondisi mereka saat ini. Mengapa demikian? Karena mereka yang biasa dikenal bergenre “Pop Punk” akhirnya berubah menjadi “Alternatif” dengan sentuhan sound – sound oldskul / jadul khas band band 80 – 90 an.

Cannot Play - Evolve
Artwork, Evolve – Cannot Play



Terdapat 5 lagu baru yang mereka kemas dalam format yang baru dan diantaranya ada “Cross Time” yang ditulis sendiri oleh shandy yang dilatar belakangi cerita tentang kepergian kakeknya ke tempat peristirahatan terakhir dan dikemas secara emosional.
[post_ad]Secara musikalitas Dandy juga mengambil sound – sound yang agak jadul dengan phaser & chorus menjadikan musik Cannot Play yang sekarang benar–benar berbeda dari sebelumnya.

Rekaman album ini dikerjakan dan diselesaikan di Lantai Dua Music Production dan direncanakan akan dirilis hari minggu, 6 oktober 2019 ini.


More info.
Instagram: @cannotplay_
Contact: +62812-7393-2440 (Shandy)

Previous Article

Black Swan Trio rayakan debut rilisan mini album dengan intimate showcase

Next Article

Aftercoma merilis music video dari lagu Kuldesak

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.