fbpx

Eksplorasi Metal Terbaru dari D’Ark Legal Society

D-Ark Legal Society
D’Ark Legal Society;
Alternative Metal Indonesia sekaligus perwakilan Indonesia di festival music internasional di Canada, Envol Et Macadam 2017, yaitu D’Ark Legal Society (DLS) merilis single terbaru mereka pada 26 Jul 2019. Hampir 2 tahun setelah mereka merilis EP mereka “Simulacra” yang dirilis secara sukses di Canada, mereka kembali merilis lagu baru yang warnanya terbilang cukup berbeda dari warna musik mereka sebelumnya.

D-Ark Legal Society DLS

S

ingle yang berjudul “Delusional” ini terbilang cukup “straightforward” dan “easy listening” dibanding dengan rilisan mereka sebelumnya. Beat drum yang simple dan powerfull diiringi dengan riff gitar dan bass yang earcatching dan tak kalah powerfull seakan mencoba mengatakan ke kita bahwa DLS adalah band yang eksploratif mencari warna musik yang baru dan mampu menjangkau berbagai kalangan pendengar metal tanah air dan dunia.
[post_ad]Single terbaru ini terasa sangat spesial buat DLS dengan kehadiran salah satu vocalist kawakan skena metal tanah air yaitu Stephanus Adjie dari band metal legendaris Indonesia asal solo, Down For Life. Vocalis yang bandnya mewakili Indonesia menggempur panggung Wacken Metal Festival di Jerman tahun 2018 lalu ini ambil andil dalam single DLS ini menyumbangkan teknik vocal growl nya yang memang terkenal sangat bertenaga dan sangar. Kehadiran vocal growl dari Adjie ini membuat warna musik “Delusional” tetap terdengar gelap dan powerfull, memastikan root musik metal dari DLS tetap terjaga.

D-Ark Legal Society
[post_ad]Cerita dibalik Delusional di adaptasi dari seorang pahlawan perang dunia ke II asal Jepang, Hiro Onoda. Tentara yang berperang dengan tambahan 30 tahun setelah perang dunia berakhir dan tidak menerima menyerahnya Jepang di Perang Dunia ke 2, membuat D’Ark Legal Society tertarik untuk mengadaptasi cerita ini menjadi sebuah lagu dengan perspektif lirik yang unik dan tentunya berhubungan dengan kondisi sosial di Indonesia sekarang Warna baru dari musik DLS ini juga diikuti dengan tampilan baru dari line up mereka, mereka memperkenalkan drummer baru yaitu Erick Kevin Nathanael menggantikan drummer sebelumnya Bistok Rukanzi. “Delusional” menjadi cara DLS mengatakan bahwa mereka kembali hadir dengan gaya baru yang fresh dan unik dengan visi yang tetap sama, menguasai skena metal tanah air dan dunia.

“Delusional” dapat kalian dengarkan di layanan streaming musik digital seperti Spotify, Deezer, Apple Music, dan Amazon music.


Biography.

D-Ark Legal Society

D’Ark Legal Society is a 4-piece alternative metal band from Jakarta, Indonesia. D’Ark Legal Society or usually known as D.L.S. was formed in 2007 as a grunge band. D’Ark Legal Society are Mattheus Aditirtono (Bass and Vocal), Aldo Kosim (Guitar, Backing Vocal), Casey Renaldy (Guitar) and Erick Kevin (Drums).

They released their first album in 2015 after a three years hiatus from 2011-2014. The first album, Fruit of Chaos (2015) is the first album that revolve the vibe of alternative metal in the sound of D’Ark Legal Society. Moreover, They have also released another EP in 2017 entitled (Simulacra), in this EP D.L.S. keep involving and formulating a diverse yet subtle sound between progressive and alternative metal.

D.L.S. has played various local and international shows. Moreover, D.L.S. has participated in several band competition such as Hard Rock Rising Battle of the Bands (finished 2nd), and Planetrox by Envol et Macadam Festival (1st Winner).

Discography.

Fruit of Chaos D-Ark Legal Society

Fruit of Chaos (2015)
1. Traumatized
2. Moment of Destruction (Part II) (Single)
3. Resonance
4. Pearly and Rodin
5. I Had a Dream
6. Lisa
7. In Between Heaven and Hell
8. Schadenfreude
9. As It Is in Hell
10. Dissonance
11. Darah (Single)


Simulacra D-Ark Legal Society
Simulacra (EP -2017)
1. Calvaria
2. Beyond the Doors of Death (Single)
3. Disintegrated
4. Simulacra
5. Dehumanized


[post_ad]More Information:
Website : darklegalsociety.com
Instagram : @darklegalsociety
Facebook : darklegalsocietyband
Youtube : D’Ark Legal Society
Spotify : D’Ark Legal Society
Twitter : @DLSOFF
Contact person : [email protected]

All Foto Doc. D’Ark Legal Society.

Previous Article

MEvent: SUA-R(A)))

Next Article

the Kramus TV Eds #03 review Pukklepop & FATMAN

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.