fbpx

Distorsi Akustik resmi meluncurkan mini album mereka yang kedua Puan

Distorsi Akustik - PUAN

D

istorsi Akustik, band alternatif dari Semarang, resmi meluncurkan mini album mereka yang kedua dalam kemasan CD pada tanggal 30 Agustus lalu. Berisi lima lagu baru dan dua bonus track, album dengan tajuk “PUAN” berdurasi hampir satu jam ini membentang lirik-lirik kritis yang bersinggungan dengan isu perempuan.

Sebelumnya salah satu materi album ini berjudul “Tuhan Baru Bernama Gadget” telah diluncurkan sebagai rilisan single serta dua buah viedo klip dari lagu yang berjudul “Peringatkan Arina” dan “Tidak Ada Tempat Untuk Warna Abu-Abu di Kotak Pastel”. Distorsi Akustik, telah lebih dulu meluncurkan mini album “PU7I UTOMO” pada tahun 2015 melalui netlabel Valetna Records serta dalam kemasan CD pada tahun 2016.

Kini Distorsi Akustik di perkuat oleh Viko Yudha Prasetya (Vokal), Ragil Pamungkas (Drum), Hersandi Dipta (Gitar), Taufik Adi (Bass), Bahar Syafi’i (Gitar) dan Muhammad Fajar Pandu (Keyboard & Gitar) kemasan album ini juga menyertakan sebuah zine yang merangkum aksi kolaborasi dengan berbagai artis lintas disiplin.
[post_ad]
“Kami mengajak kawan – kawan pegiat seni gambar, musisi, penulis dan beberapa kolektif di Semarang untuk terlibat dalam kemasan zine album ini, ikut ambil bagian mengkampanyekan pergerakan isu perempuan ini untuk bisa sampai ke permukaan” ucap Viko Yudha Prasetya, sang vokalis.

Distorsi Akustik - PUAN

Tak kurang perupa gambar dari Semarang seperti Luthfi Debronzes, Anto Tantowi, Irwan GS, Garna Raditya, Yus Ariyanto, Ferdinandus Erdin, Mayvina Situmorang, Chelsy Yeah, Adi Laksito dan Pujo Nugroho, urun karya dalam kemasan zine tersebut.

“Tidak ada yang bisa diharapkan dari sebuah dunia yang berjalan dalam sebuah ketimpangan. Termasuk di dalamnya ketidak-adilan porsi peran serta dan pastisipasi antara laki-laki dan perempuan” tambah Ragil Pamungkas, sang drummer.

“Kami sengaja merilis resmi album ini pada tanggal 30 agustus 2019 bertepatan dengan hari Orang Hilang Internasional, walaupun pendistribusian CD “Puan” sudah beredar sebelumnya dalam jumlah terbatas” tambah Hersan Dipta Putra.

Previous Article

PALE SKIES, grup duo ambient anyar meramu ulang Nothing’s Gonna Hurt You Baby

Next Article

the Kramus TV Eds #07 Review - RADIO FRIENDLY

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.