fbpx

Cikhal Ex-RTF Bergabung dengan For Revenge

Cikhal Ex-RTF Bergabung dengan For Revenge

Setelah single Derana/Serana menegaskan kembalinya Boniex Noer, For Revenge kembali mengumumkan personel baru.

Pos gitar yang cukup lama kosong semenjak hengkangnya Hagie Juliandri, kini terisi. Terhitung sejak Jumat (7/2) Ex gitaris Revenge The Fate ,Cikhal Nurzaman, resmi bergabung dengan unit Emo/Modern Rock asal Bandung itu.

“Awalnya nongkrong bareng Chimot, sampai akhirnya saya tau ada keterikatan batin satu sama lain di antara mereka (fR) yang susah dijelasin. Jauh sebelum ini, dia sempat ngajak gabung tapi nggak langsung saya iyakan. Dalam hati saya bilang ‘kalau Boniex balik, ayo berangkat’. Kebetulan, beberapa minggu kemudian orang itu comeback,” kata Cikhal menjelaskan alasannya bergabung ke fR.

[post_ad]Cikhal Nurzaman sebelumnya adalah gitaris dari unit deathcore, Revenge The Fate sejak 2010 yang memutuskan keluar pada 2018.

“Dari terakhir saya berhenti main band sampai sekarang, ambisi saya untuk bermusik nggak pernah surut. Pada dasarnya saya adalah seorang
pendengar dan penggemar apapun tentang ‘karya musik dan sastra yg baik’. Saya kira fR punya itu,” tambahnya

Cikhal Ex-RTF Bergabung dengan For Revenge

Dengan bergabungnya Cikhal, tentunya menambah energi baru bagi For Revenge. “Berasa ada yang kurang kalau fR cuma diisi satu gitar, ada energi yang hilang. Cikhal, dengan background musikalitasnya, adalah orang yang paling tepat untuk mengisi kekosongan itu. Nggak banyak yang tau kalau Cikhal itu anak emo, hehe,” tambah Chimot.

Dengan formasi Boniex (vocal), Chimot (drum), Arief (lead guitar), Izha (bass) dan Cikhal (guitar), For Revenge akan merilis video klip Derana/Serana di akhir Februari ini.

Selamat menjadi anak emo, Cikhal!

More Information:
Instagram: @forrevengeofficial
Twitter: @FORREVENGE
Youtube: forrevengeofficialtv

Previous Article

Kabar Burung rilis sebuah video musik bersama Uvisual bertajutk "Pesan"

Next Article

the Kramus TV Eds #14 review - Urban Discipline HC

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.