fbpx

Balau, stoner rock purbakala segera rilis single perdana

Balau, stoner rock purbakala
Balau;
Duo Balau, band asal Kota Lumpia, Semarang, akan melepas single perdananya dalam waktu dekat ini.

Band yang mengklasifikasi musiknya sebagai stoner rock purbakala ini menamai karya pertamanya dengan label “Bhairawa Tantra”.

Menurut Balau, “Bhairawa Tantra” terinspirasi dari kisah masa lampau Tanah Jawa yang disampaikan oleh ulama Gus Muwafiq dalam ceramahnya.

“Bhairawa Tantra adalah sekte yang sangat sakti pada masanya. Konon dahulu banyak orang-orang bahkan ulama atau kiai yang mencoba masuk ke Tanah Jawa dari tahun 700-1300. Namun gagal karena dimakan atau dijadikan tumbal,” tulis Balau dalam siaran persnya.

Balau, stoner rock purbakala
Dok. Balau

“Karena orang-orang di Tanah Jawa terkenal dengan kesaktiannya. Selain itu Tanah Jawa juga terkenal angker saat itu karena dihuni berbagai macam mahkluk halus,” sambung duo unik ini.

Video klip dan single “Bhairawa Tantra” rencananya akan dirilis pada 19 Oktober 2019 pada laman YouTube Balau Musik.

Balau sendiri dinaungi oleh Suryanegara Hanata Kusuma dan Putra Fuadillah dan terbentuk tepat pada Sabtu, 3 November 2018. Balau mencoba menginterpretasikan sedikit wawasan seputar peradaban mereka tentang tanah Jawa di masa lampau dalam format musik instrumental.
[post_ad]Nama Balau sendiri, diambil dari kata kacau balau yang berlatar belakang dari cerita dan pengalaman masing-masing personil band dalam dunia musik. Selain itu, Balau adalah nama salah satu jenis pohon yang kokoh dan mulai langka di Indonesia. Dalam nama Balau kami berharap dan berdoa agar kami bisa kuat dan kokoh seperti pohon tersebut.

More information:
Instagram: @balaumusik
Youtuber: Balau Musik

Previous Article

Latinka Stephanie, kembali dengan materi segar 'Alive'

Next Article

Vito Gusman & Jess Xaviera, memperkenalkan single terbaru Dont' Cha Mind !

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.