fbpx

Altokumulus Kelabu, Kumandang Riang di Hari Kartini dari Sugiarto Irine

sugiarto irine doc keps

Sugiarto Irine mengajak pendengarnya duduk santai dengan riang di kala senja yang khidmat sembari merayakan terang di Hari Kartini.

Sugiarto Irine singer & song writer asal Balikpapan yang sekarang menetap dan bekerja di Samarinda. Demo pertamanya dibagikan sejak Januari 2017 di blog pribadinya, elemen retro pop, folks dan jazz minimalis mewarnai karya-karyanya.

Setelah menghanyutkan kita dengan Besok-besok, Sugiarto Irine menghadirkan Altokumulus Kelabu, salah satu pilihan yang bisa menjadi jawaban atas segala tanya dan harap dari single pertamanya. Proses perekaman single kedua yang berjudul Altokumulus Kelabu ini masih dilakukan di Widi Studio milik Wijaya Prambudi yang berlangsung sejak Januari 2018 kemudian proses mastering dilakukan di Yogyakarta oleh Elmo Ramadhan. Single kedua ini dirilis di website resmi Sugiarto Irine, www.budearto.com pada 21 April 2018, kemarin.

Pemilihan Altokumulus Kelabu sebagai single kedua lagu ini sekaligus bentuk perayaan dan penghormatan atas sosok R.A. Kartini. Lewat kumandang riang ini, Sugiarto Irine ingin membagikan rona keceriaan atas semangat Hari Kartini yang optimis. Diharapkan bisa menjadi salah satu jawaban sederhana nan manis atas banyaknya harapan di hari esok.

Bagi Sugiarto Irine, awan cantiknya adalah altokumulus, serombolan awan kecil yang biasanya berwarna putih atau abu-abu. Bisa terbentuk dengan beragam cara dan memiliki sifat yang stabil sehingga tidak terlalu memengaruhi cuaca. Jadi, setiap kita bisa memiliki ‘awan cantik’ yang terpilah dan terpilih dengan cara yang berbeda dari masing kita.

Altokumulus Kelabu hadir dengan semangat dan keceriaan tersebut, tapi tetap lembut dan bisa mengembangkan fantasi. Berbagai peristiwa bisa memertemukan seseorang dengan ‘awan cantik’nya dan pula dengan bentuk yang tidak serupa, apakah dalam bentuk pemuas jiwa pun raga. Apakah kekal atau hanya sementara. Harapan ini bisa berupa cita-cita, kemerdekaan, keberanian, kemandirian, kepemilikan dalam keluarga, materi, seks, cinta, bahkan afeksi pada rasa sakit.

Semua yang terlibat—Muhamad Ranaldi Yamin  (bass), Dennis Berhan (gitar), Johan Bagus Triwidodo (keyboard), serta Wijaya Pambudi (drum)—dalam proses pembuatan Altokumulus Kelabu, tanpa disadari, melakukan pencarian dan penemuan ‘awan cantik’nya masing-masing. Dan ini memerjelas pemaknaan Altokumulus Kelabu setelah proses penyamaan persepsi dan fantasi terpenuhi.
          
Altokumulus Kelabu dijadikan analogi hubungan manusia dan segala yang bisa memuaskannya. Entah sesaat atau menjadi candu kemudian. Lagu ini diperuntukkan kepada khalayak tanpa batas sekat. Apakah mereka yang memiliki ‘awan cantik’nya atau memilih untuk tidak menyandarkan afeksinya pada apapun. Lewat single ini Sugiarto Irine ingin menawarkan nuansa indah dalam damainya keriaan. (*)

color instagram 48 irinesugiarto
color facebook 48 sugiarto.irine
color youtube 48 Sugiarto Irine
color link 48 www.budearto.com
color forwardtofriend 48 info@budearto.com

Reporter : Pers Release

Previous Article

Musik Emo Mainstream Menyebarkan Kesadaran Tentang Kesehatan Mental

Next Article

10 Musik yang Bisa Buat Telinga Lo Terganggu

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.