fbpx

Alien Child membawa lagu “Side Effects” ke luar bali dengan self produced EP: Euphoria

Alien Child, membawa lagu "Side Effects" ke luar bali dengan self produced EP: Euphoria

ALIEN CHILD, duo sekaligus music producers yang terdiri dari kakak-beradik Aya Maranda dan Lala Maranda tidak pernah berhenti untuk memberikan karya terbaru mereka. Terus belajar dan bereksperimen, EP ber-genre electro-pop yang mereka rilis bertajuk “Euphoria” diisi dengan banyak warna baru yang tidak menghilangkan ciri khas mereka namun menunjukkan development mereka dalam bermusik yang kini lebih matang. Tidak mengherankan, Alien Child seolah-olah berkembang dari kepompong dan kini siap terbang dengan secantik kupu-kupu dengan karya mereka.

Terdapat enam lagu di dalam EP ini yang akan banyak membicarakan perihal ‘young love’ yang jika digambarkan adalah tema yang sangat pas dengan keadaan yang pernah dan sedang dialami oleh setiap orang dalam percintaan. Di dalamnya kamu akan merasakan
bagaimana rasanya jatuh cinta, jatuh cintapada pandangan pertama, hingga perasaan cinta yang menggebu yang memabukkan yang tidak ingin dilepas sedikitpun.

Menjadikan Billie Eilish dan Finneas O’Connell Eilish sumber panutan, dalam proses penggarapan EP ini, Alien Child menghabiskan waktu di kamar saja untuk merombak ide-ide yang ada di kepala mereka berdua, termasuk semua proses produksi dari arrangement hingga mixing-mastering mereka selesaikan di kamar tidur dengan peralatan seadanya. Jauh dari kesan heboh, kedua kakak-beradik inipun sanggup menciptakan sesuatu yang luar biasa dengan peralatan yang sederhana.
[post_ad]Alien Child percaya dan merasa lebih independent dalam bermusik dan hal ini memang mendewasakan serta memberikan pengaruh ke musik mereka. EP dengan genre electro-pop ini disebut sebagai penemuan jati diri Alien Child dalam bermusik, karena “Euphoria” juga dirasa banyak memberikan pelajaran baru.

Dalam “Euphoria”, Alien Child memilih lirik yang cenderung lebih mudah dimengerti dengan masih menggunakan bahasa inggris di dalamnya. Musik yang dipilih setiap ketukannya pun siap membuat telinga kamu menjadi ‘candu’ ketika mendengarkannya.

Alien Child membawa lagu "Side Effects" ke luar bali dengan self produced EP: Euphoria

Hal ini membuat enam lagu di dalamnya menjadi lebih romantis dan mampu diterjemahkan bebas untuk menggambarkan perasaan jatuh cinta masing-masing orang. Enam lagu dalam album EP barunya ini adalah Side Effects, All The Bright Places, Euphoria, Moonlight, Avec Toi (With You), dan Insane.

Nah, masuk ke hal yang menarik dari EP “Euphoria”. Aransemennya mungkin terdengar seperti selayaknya musik Alien Child, namun kamu masih bisa mendengar unsur yang sangat berbeda dari sebelumnya. Seperti telah dikatakan di atas, warna music electro-pop menjadi menu utama lagu-lagu yang ada di dalamnya, digabungkan dengan karakter suara khas mereka yang kuat dengan dinamika yang sangat baik, akhirnya mengemas lagu-lagunya menjadi sajian brilian dari karya Alien Child.

Melalui EP ini Alien Child membuktikan bahwa mereka bukan hanya group biasa yang hanya bisa dan nyaman dalam satu style musik tertentu, namun jauh dari itu mereka adalah musisi luar biasa dengan kemampuan men-develop dan berinovasi yang patut diacungi jempol. Dan, Alien Child pun memberikan pembuktian di EP “Euphoria”. Amazing! Mendengarkan “Euphoria” ada baiknya ditutup dengan single “Insane” yang siap blowing your mind

Lagi dan lagi Alien Child sanggup membuktikan kalau mereka tidak bisa dipandang sebelah mata dalam menciptakan sebuah lagu. Track “Insane” mengajak kamu bertanya-tanya dalam hati ketika sudah memberi 100% cinta dan usaha demi orang tersayang, tapi pasangan tidak peduli dan tidak cinta. Terdengar “Insane” untuk bertahan,tapi itulah yang dipilih untuk mempertahankan dan tidak pergi Karena sudah terlalu sayang.

EUPHORIA JAKARTA SHOWCASE TOUR 2020 - Alien Child

Alien Child juga akan segera melakukan tour after rilis EP “Euphoria” yang akan dimulai tanggal 6 Maret 2020 – 22 Maret 2020 di 14 titik SE-JABODETABEK dalam rangka EUPHORIA JAKARTA SHOWCASE TOUR 2020 with special partner on stage: TANAYU & MEDA KAWU.

Alien Child membawa lagu “Side Effects” ke luar bali dengan self produced EP: Euphoria

Kini duo kakak-adik, Alien Child sudah merilis self produced album terbaru “Euphoria” dalam bentuk EP dan men-debut lagu andalan berjudul “Side Effects” di platform radio.

“Side Effects” menceritakan sebuah fase yang Alien Child yakin banyak orang pasti pernah atau sedang mengalami. “Dia” selalu saja muncul di pikiranmu dan kamu ingin mencintainya, namun lebih besar rasa takutmu. Takut pengalaman sebelumnya yang membuat trauma akan terulang lagi.

Proses kreatif dan juga persona baru Alien Child yang fresh dan original sering kali di identikkan dengan Billie Eilish dan Finneas O’Connell yang memang menjadi inspirasi bagimereka.


More information:
Instagram : @AlienChildOfficial
Facebook : Alien Child
YouTube : Alien Child
Twitter : @WeAreAlienChid
Email : alienchildofficail@gmail.com

Alien Child;

Walaupun berasal dari Bali, Alien Child yang terdiri dari Aya Maranda dan Lala Maranda sempat tinggal selama 11 tahun di Kanada Bersama kedua orang tua mereka. Mendapatkan 100% dukungan untuk bermusik, darah seni keduanya berasal dari sang ibunda, Heny
Janawati, B.Mus.,M.Mus yang merupakan seorang opera singer dan vocal instructor.

AYA MARANDA

Lahir tahun 2000, Aya sudah tertarik dan belajar alat music violin sejak berumur 4 tahun, dia tertarik untuk belajar violin karena terinspirasi dari seorang violinist ternama, Itzhak Perlman. Aya pun sudah pernah beberapa kali menjadi juara dalam ajang kompetisi alat musik string di British Colombia-Canada. Serius mengembangkan skill dalam bermain alat musik, Aya pun belajar secara otodidak alat musik lainya seperti piano, gitar, keytar, drum-pad, hingga merambah ke belajar arrangement musik serta mixing-mastering.

Tidak hanya musik, bagi Aya, seni musical theater dan menulis essay tentang politics-issues juga menjadi sisi lain hal yang sangat dia gemari. Aya mulai di kenal orang-orang sejak tergabung di BTMDG Bersama sang adik Lala, hingga akhirnya mereka Bersama- sama tergabung dalam Alien Child. Memproduce banyak karya akhirnya membawa nama Aya Maranda dikenal sebagai ‘First- Female Award Winning Music Producer di Bali’, bahkan Aya adalah satu-satunya wanita dan menjadi nominator termuda dalam nominasi tersebut.

LALA MARANDA

Belajar vocal sejak berusia 6 tahun, gadis kelahiran 2001 ini sudah sering mengikuti kompetisi bernyanyi bahkan menjadi juara. Nama Lala Maranda pernah tercatat sebagai juara pertama di kompetisi bernyanyi di British Colombia-Canada. Pada tahun 2016 Lala juga pernah menjadi pemeran utama sebagai ‘Peter Pan’ dalam pementasan full musical theater yang diadakan di Bali yang bertajuk ‘Peter Pan’.

Tidak hanya puas dengan skill bernyanyi dan akting theater, Lala pun semakin meningkatkan skill menulis lagu, puisi, screenwriting, hingga directing music video. Hingga saat ini, Lala sudah berhasil menggarap music video untuk Alien Child dan musisi lainnya. Banyaknya konsep yang ada di kepalanya mampu sinkron dengan setiap single yang dia ciptakan dari dalam hati sehingga menciptakan karya-karya yang luar biasa untuk penikmat musik di Bali, Indonesia, dan juga bisa menembus kancah internasional.

Previous Article

Marsha Aruan merilis debut single dan video klip berjudul, "JEDA"

Next Article

KRLY rilis single kedua berjudul "Gone Away"

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.