fbpx

A Curious Voynich, post-hardcore dari Bogor rilis mini album kedua ‘Orbis Alius: Season Two’

A Curious Voynich, post-hardcore dari Bogor rilis mini album kedua 'Orbis Alius: Season Two'

A Curious Voynich,
kuintet post-hardcore asal Bogor, Rabu (25/12) merilis mini album terbaru mereka yang berjudul Orbis Alius: Season Two dalam format digital. Mini album terbaru ini merupakan kelanjutan dari maxi-single Orbis Alius: Season One yang dirilis tujuh bulan lalu di gelaran Record Store Day Indonesia 2019. Seri Orbis Alius merupakan sebuah rilisan dwilogi yang menjadi simbolisme proses transisional A Curious Voynich dalam bermusik.

Sebelumnya Gustmar Helmy (Vokal), Dito Buditrianto (Gitar/Vokal), Indra Julianto (Gitar), Rifal (Bass), dan Adith (Drums), berhasil mencuri perhatian scene hardcore/punk lokal melalui debut mini album The Encryption Of Secret Messages yang dirilis pada tahun 2013 lalu. Setelah melakukan satu kali pertunjukan sebagai band pembuka di gelaran tur Kids On The Move (Malaysia) di Bogor, ACV kemudian memutuskan untuk hiatus. Enam tahun berselang, kini ACV telah merampungkan dwilogi yang mereka bangun. Berjeda tujuh bulan dari Season One, Orbis Alius: Season Two terdengar masih sangat mewakili warna musik A Curious Voynich sedari awal terbentuk.

“Agresivitas di mini album pertama masih kami terapkan seperti di lagu “Evil Come, Eil Go”, tapi dari segi warna dan pemilihan sound akan semakin meluas” tutur Dito.

Dito juga mengatakan bahwa perubahan dan transisi yang terjadi di dalam A Curious Voynich berjalan secara organik dalam jenjang waktu yang tidak begitu lama, “Transisinya lumayan cepat, karena kita lebih banyak melakukan sesi
jamming, jadi prosesnya tidak begitu rumit’, tambah Dito.

Gustmar kemudian menambahkan bahwa kebaruan dan semangat untuk eksplorasi merupakan formula A Curious Voynich saat ini untuk menghasilkan karya yang lebih relevan. “Memang akan terdengar melenceng, tapi kita memang sudah bersepakat untuk memperluas wilayah musikal dari ACV,” ujar Gustmar.

<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <img alt="A Curious Voynich, post-hardcore dari Bogor rilis mini album kedua 'Orbis Alius: Season Two'" border="0" data-original-height="467" data-original-width="700" src="https://cdn.statically.io/img/1.bp.blogspot.com/-hAcTaRolyzs/Xm5B6FmRneI/AAAAAAAAFSY/FcbAMPA4YVA8QhKLbJ-BB0yjDBgds3X3gCLcBGAsYHQ/s1600/A%2BCurious%2BVoynich.jpg" title="A Curious Voynich, post-hardcore dari Bogor rilis mini album kedua 'Orbis Alius: Season Two'" /></div>
Artwork ‘Orbis Alius: Season Two’ – A Curious Voynich

Sama seperti pada Orbis Alius: Season One, pada mini album berisi tiga buah lagu ini A Curious Voynich masih mengintegrasikan musik post-hardcore dengan corak gitar bertekstur ala 90s indie rock, agresivitas alternative metal, etos serta semangat hardcore/punk, dan lirik yang banyak bercerita tentang perasaan kehilangan dan pertanyaan terhadap perasaan tersebut kepada diri sendiri. Menggaet Yos Bonar (Vokalis dan Gitaris Life Cicla/Good Enough) sebagai produser, proses rekaman dari Orbis Alius: Season Two dilakukan di Amplop Records Bogor pada bulan Agustus-November 2019.
[post_ad]A Curious Voynich juga menggandeng Denis Heryanto Arham dari kolektif Gerakan Seni Rupa Bogor dan Nonplussed untuk mengerjakan artwork dari Orbis Alius Season Two. Tidak hanya itu, Rian Pelor (Rimauman Music) dan Pramedya Nataprawira (Agordi Club) juga didapuk untuk menulis liner notes bagi mini album kedua mereka ini.

Walaupun bisa didengarkan secara terpisah dengan Orbis Alius: Season One, Orbis Alius: Season Two tetap menjadi potongan puzzle terakhir yang menjadi transisi menuju perilisan album perdana mereka pada tahun 2020 nanti dan merupakan bagian utuh dari dwilogi Orbis Alius yang berkesatuan. Kembali siapkan diri untuk menyelami dua sisi berbeda dari A Curious Voynich melalui Orbis Alius, perjalanan transisional menuju dunia yang agresif dan melankolis, a one way ticket to the tales and myths of melancholy.

Orbis Alius Season Two dirilis secara digital oleh Hujan! Rekords bertepatan dengan perayaan natal (25/12) dan bisa didengarkan atau diunduh melalui platform streaming musik seperti Spotify, Deezer, Joox, Apple Music, iTunes, dan Tidal.


A Curious Voynich – Orbis Alius Season Two
Track List:
1. Evil Come, Evil Go
2. Lonelyless
3. Highway

All song written by A Curious Voynich
Produced by Yos Bonar
Recorded, Mixed, and Mastered at Amplop Records by Yos Bonar
Artwork by Denis Heryanto Arham
Released by Hujan! Rekords, 2019


A Curious Voynich (ACV) merupakan sebuah band dari Bogor yang bisa dibilang cukup underrated. Memulai eksistensinya dengan merilis demo berisi dua lagu pada tahun 2013, diikuti dengan The Encryption of Secret Messages EP yang dilepas pada tahun 2014, mereka bermain di ranah post-hardcore/modern hardcore dan agresi metallic hardcore dengan aura warna influensi dari band semacam Defeater dan Counterparts.

Empat tahun terlewat dan ACV kembali dengan Orbis Alius: Season One, maxi-single berisi dua lagu yaitu “Hang Your Hole” dan “Ain’t No Words” yang dilepas pada April 2018 lalu. Tidak berhenti di situ, ACV kemudian merilis EP lanjutan, Orbis Alius: Season Two pada tanggal 25 Desember 2019 yang berisikan tiga lagu.

A Curious Voynich, post-hardcore dari Bogor rilis mini album kedua 'Orbis Alius: Season Two'
A Curious Voynich

Tak hanya bermain di ranah post-hardcore yang mereka eksplor sebelumnya, di Orbis Alius ACV mencoba bermain dengan warna indierock. Sedikit banyak seperti mendengar dua band yang berbeda, tapi Orbius Alius: Season One dan Season Two bisa dibilang adalah momentum transisi dari proses kreatif ACV dalam bermusik.

Usaha yang jelas pasti akan memancing reaksi dari pendengarnya, tapi paling tidak ini bisa menjadi platform eksperimen akan proses musikal selanjutnya dari A Curious Voynich sebagai band. Suka atau tidak itu hanya masalah selera, tapi itu menjadi alasan yang cukup untuk penasaran bagaimana album penuh yang akan dirilis A Curious Voynich tahun depan. – Rian
Pelor (@pelorrian)

Meski tidak ada lagi hal yang baru di bawah matahari ini, ceruk eksplorasi terhadap karya musik memang sulit untuk ditemukan pangkalnya. Salah satu pembuktiannya dapat ditemukan di karya lanjutan milik A Curious Voynich, Orbis Alius: Season Two. Album pendek berisikan tiga nomor bertajuk “Evil Come, Evil Go”, “Lonelyless”, dan “Highway” ini membangkitkan atmosfer post-hardcore, indie rock, hingga metalcore dalam perkembangannya di periode 90an.

Anda dapat merasakan getaran beberapa band selayaknya Deftones, Sunny Day Real Estate, Norman Jean, hingga At the Drive-In. Perihal lirik, Orbis Alius: Season Two merupakan sebuah tumpahan isi hati para pemuja tak berdaya. Mulai dari “I’m just capable, not loveable nor adorable” di “Evil Come, Evil Go”, “Being in love it’s so fucked up. Being alone it’s make me shit up” di “Lonelyless”, atau “You are the peace I need, through every sleepless night” di “Highway”.

Selamat mendengarkan Orbis Alius: Season Two dari A Curious Voynich, karena menjadi seorang emo bukan lah kesalahan. – Pramedya Nataprawira (@pramedya)


More information:
[email protected]
http://hujanrecords.com
@hujanrekords
@acuriousvoynich

Previous Article

Wry, hadir dengan merilis single pertama “Elusive”

Next Article

Jebolan The Voice Kids Indonesia, Sorenza Nuryanti merilis "Pink Jeans"

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.