fbpx

1st album “Exaggeration” dari Crows As Divine, yang Penuh Emosi dan Ketidakterimaan dengan Kondisi Bumi Saat Ini

PICT POST NEW 2018 B Crows%2BAs%2BDivine


Crows As Divine,
Unit Deathcore asal Pancoran, Jakarta Selatan yang terbentuk pada tanggal 3 Januari 2015.
Setelah di rilisnya mini album “Sovereignty of the Lions” dan ditahun 2016, Crows As Divine mencoba untuk keluar dari zona mereka di 1st Album mereka yang berjudul “Exaggeration” yang sudah mereka rilis tanggal 28 Maret lalu.

Pergantian anggota personil telah berkali-kali Crows As Divine lewati, hingga orang orang-orang paling berpengaruh untuk mereka memutuskan untuk meninggalkan Crows As Divine pada saat proses pengerjaan Pre-Production 1st Album “Exaggeration”.

Crows%2BAs%2BDivine%2B %2BLogo

Crows As Divine berhasil menemukan warna musik mereka sendiri, terkadang mereka binggung untuk menyebutkan apa genre/aliran musik yang di mainkan setelah mendengar 1st album “Exaggeration”. Tidak tanggung-tanggung, Crows As Divine menggabungkan antara Symphonic, Deathmetal, Metalcore, & Modern Metal.

Banyak tanggapan kerabat setelah mendengar lagu-lagu yang ada di 1st album Crows As Divine “Exaggeration” itu bisa dibilang “Sad Deathcore” dengan konsep lirik sedih strata sosial, penuh emosi, dan ketidakterimaan dengan kondisi bumi saat ini dalam sudut pandang Crows As Divine.

Dari awal mula Crows As Divine muncul , mereka sudah merilis 1 buah mini album “Sovereignty of
the Lions”
2015 dengan tracklist: Under the sky Above the Earth, Divergence, Pledge Allegiance
feat Berry Syaibar
dari Skilla, & Against The Universe yang sudah tersedia di digital music ataupun rilisan fisiknya.

Di tanggal 28 Maret lalu, mereka sudah merilis 1st album “Exaggeration” dengan tracklist: Of Greater Aspirations, No Salvation, Taring, Towards the Atmospheric, Enigma, Embrace the Darkness (Feat. Daniel Deadsquad), Evill Will Prevail, Martyrs Blood yang  juga sudah tersedia di digital music ataupun rilisan fisiknya.

Crows As Divine sendiri, sudah memiliki 5 buah Music Video (Taring, Enigma, Martyrs Blood, No
Salvation, dan Endank Soekamti Sampai Jumpa yang mereka cover dikemas menjadi gaya Deathcore) & 1 buah Studio Music Video (Evil Will Prevail) yang sudah tersedia di Youtube Channel KMBNGRCRD.

ADVERTISEMENT-

Dan ditanggal 8 Agustus lalu juga, Crows As Divine sudah merilis 1 buah Music Video terbaru mereka, yang diambil dari salah satu track yang ada di album “Exaggeration” yaitu (Enigma) yang mereka konsepkan menggunakan Green Screen.

Dalam rangka promosi 1st album, Crows As Divine melaksanakan sebuah Tour promo album bersama Last Goal! Party (Jakarta), Sekumpulan Orang Gila (Malaysia), Patriots (Malaysia), Scarlet Heroes (Malaysia) & Juninor High School (Jakarta) di berbagai daerah di Indonesia (Jawa & Bali).

Tour ini di start pada tanggal 26 April 2018 s/d selesai. Direncanakan akan ada 8 Kota yang akan di singgahi.

Crows As Divine akan membuka booth kecil-kecilan di setiap titik Tour-nya untuk berjualan rilisan fisik album dan beberapa merchandise baru. Pelaksanaan Tour tersebut di handle oleh Ijal (Last Goal! Party).

Diharapkan dengan segala harapan Tour ini akan memberi effect positif untuk Crows As Divine dengan 1st album barunya.

Crows As Divine sedang mengkonsepkan Launching 1st albumnya “Exaggeration” sudah lama,
yang sepertinya launching 1st album akan di laksanakan diakhir tahun 2018.


Contact :
0878-4449-7908 (Hendro Prasetyo Wibisono)
Instagram: crowsasdivineofficial
Facebook: crowsasdivineofficial


Previous Article

"Kamikaze", Album Baru dan Kemarahan Eminem

Next Article

‘Simulation Theory’, Album Baru Muse yang Retro sci-fi 80-an ala Blade Runner

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.