fbpx
file 20200327 146683 134nrph scaled

Bagaimana musik dapat membantu pencegahan penyebaran COVID-19

file 20200327 146683 134nrph
Di tengah pandemi COVID-19, musik memiliki peran penting dalam upaya mencegah penyebaran penyakit yang disebarkan oleh virus SARS-CoV-2. Priscilla Du Preez on Unsplash

Penelitian dari Inggris menunjukkan bahwa musik sangat efektif dalam menarik perhatian pendengar dan menyampaikan pesan. Dengan musik, orang dapat dengan mudah mengingat informasi yang disampaikan.

Di tengah pandemi COVID-19, musik memiliki peran penting dalam upaya mencegah penyebaran penyakit yang disebarkan oleh virus SARS-CoV-2.

Di Vietnam, video musik pendek tentang COVID-19 telah membantu masyarakat dalam memahami penyakit yang sangat menular tersebut dan cara pencegahannya. Video itu bahkan viral dan sudah ditonton oleh hampir 25 juta orang di seluruh dunia.


Video musik viral tentang COVID-19 di Vietnam.

Di Indonesia, viral juga video dengan musik tentang cara mencuci tangan sesuai anjuran Badan Kesehatan Dunia WHO untuk mencegah penyebaran virus.

Viralnya video-video tersebut tidak lepas dari musik yang melatarbelakangi setiap video yang ditampilkan.

Musik dalam hal ini membantu menarik perhatian masyarakat untuk mengetahui isu COVID-19 sehingga pada akhirnya dapat membantu mencegah penularan.

Tapi, bagaimana musik bekerja?

file 20200327 146683 134nrph
Di tengah pandemi COVID-19, musik memiliki peran penting dalam upaya mencegah penyebaran penyakit yang disebarkan oleh virus SARS-CoV-2. Priscilla Du Preez on Unsplash

Peran musik dalam penyampaian informasi

Musik merupakan alat mnemonic yang efektif bagi seseorang untuk mengingat suatu informasi.

Mnemonic adalah alat bantu untuk mengingat yang biasanya dengan menghubungkan pola huruf, angka, atau asosiasi yang berhubungan. Contohnya untuk mengingat warna pelangi, biasanya orang menyingkatnya dengan mejikuhibiniu.

Musik adalah mnemonic yang efektif untuk mengingat suatu informasi baik kepada orang yang sehat maupun yang memiliki gangguan kognitif.

Hal tersebut karena musik memiliki ritme dan melodi yang membantu memberikan struktur terhadap hal yang ingin diingat, sehingga informasi tersebut semakin mudah diingat.

Sehingga jika dilihat dari contoh video musik cuci tangan di atas, informasi mencuci tangan akan lebih mudah diingat dan bisa membantu untuk mencegah penularan COVID-19.

Video musik memang membantu memudahkan masyarakat untuk mengingat apa yang harus dilakukan. Hal tersebut karena video musik menyampaikan dua bentuk informasi–audio dan visual–yang butuh diproses oleh lebih banyak indera. Sebuah penelitian psikologi menunjukkan bahwa semakin banyak informasi yang masuk ke indera manusia, maka informasi itu akan lebih mudah diingat.

Peran musik untuk kesehatan

Di tengah pandemi COVID-19, musik tidak hanya membantu penyampaian pesan pencegahan yang lebih efektif, tapi juga dapat membangun kesehatan fisik pendengarnya.

Penelitian Mona Lisa Chanda dan Daniel J. Levitin, dua peneliti dalam bidang neurosains, dari McGill University, Kanada menunjukkan dampak positif penggunaan musik dalam kehidupan sehari-hari pada kesehatan manusia.

Mereka menemukan musik dapat meningkatkan kandungan hormon kebahagiaan dopamin dan oksitosin pada manusia. Selain itu, musik juga terbukti dapat meningkatkan imunitas tubuh. Selama ini, pakar kesehatan sudah menekankan pentingnya menjaga kekebalan tubuh individu guna melawan virus SARS-CoV-2. Dalam hal ini, musik bisa membantu dalam meningkatkan imun tubuh.

Peneliti dari Deakin University, Australia, Melissa K. Weinberg dan Dawn Joseph, juga mengatakan bahwa tingkat kebahagiaan orang yang sering mendengarkan musik dan menghadiri konser musik lebih tinggi dari pada yang tidak terlepas dari dirinya tahu tentang musik atau tidak.

Kegiatan menikmati musik tersebut akan memberikan manfaat lebih lagi jika dilakukan bersama-sama dengan orang lain.

Penelitian dari University of Limerick, Irlandia menunjukkan bahwa bernyanyi khususnya dalam kelompok, seperti paduan suara, juga dapat memberikan manfaat baik secara fisik, emosional, sosial, dan juga spiritual.

Di Italia, para warganya bernyanyi di balkon untuk memberikan dukungan dan menghibur kepada para tetangganya ketika negara tersebut dikarantina akibat penyebaran kasus COVID-19 yang semakin mengganas.

Kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana kegiatan bermusik secara massal bisa
memberikan emosi yang positif kepada orang-orang.

Mengingat kasus kematian yang disebabkan oleh COVID-19 di Italia tinggi, bernyanyi bersama dapat membantu para warga Italia untuk saling mendukung secara psikologis.

Musik tidak hanya menyenangkan jiwa, tapi di tengah pandemi seperti sekarang ini, musik juga bisa menyelamatkan jiwa.The Conversation

Christ Billy Aryanto, Lecturer and Researcher in Educational Psychology and Music Psychology, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Previous Article
Festival des Vieilles Charrues 2018   Liam Gallagher   013 scaled

Liam Gallagher gelar konser gratis untuk tim medis usai Corona

Next Article
landscape 2B2

Calinn merilis debut (EP) Happy/Sad, dengan lead single "moonstruck!"

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.