fbpx
Sudahkah Menghargai Mereka buruh

Sudahkah Menghargai Mereka (buruh)?

Mungkin  banyak diantara kita yang tidak terlalu peduli dengan keberadaan para buruh. Buruh disini artinya bukan hanya para pekerja kasar pada umumnya seperti kuli bangunan, buruh pabrik, atau semacamnya yang menjadi streotype buruh. Memang tanpa para buruh, kita tidak bisa seperti sekarang bisa menikmati berbagai macam fasilitas-fasilitas yang ada disekeliling kita. Tapi selain buruh yang sering kita anggap para pekerja kasar tadi, banyak juga ‘buruh’ yang pekerjaannya tidak perlu berpeluh keringat dan bercorak noda bekas galian yang berlebih dan juga kita semua sering tidak sadar dengan keberadaan para ‘buruh’ yang banyak disekeliling kita ini.

Seberapa banyak kopi yang kita minum di kedai kopi kesayangan kita? Seberapa sering kita memarkirkan kendaraan kita di tempat umum dan bahkan sering tidak memberi uang parkir? Seberapa nikmat kualitas suara musik artis yang kita tonton dalam konser dan dipadu cahaya panggung yang menghipnotis kita? Seberapa bagus pakaian/kaos band yang kita banggakan dan kita kenakan dalam beraktivitas? Seberapa sering kita pergi berkaraoke ria dan dipandu dengan pemandu yang berparas cantik nan menggoda itu? Seberapa banyak gorengan yang kita makan saat berkumpul atau sekedar berdiskusi di teras rumah? Dan masih banyak lagi hal hal kecil yang kita bisa kita nikmati berkat adanya ‘buruh’ tadi.

Para barista tempat kamu biasanya nongkrong sambil minum kopi mungkin juga termasuk buruh, tukang parkir yang ada di sudut sudut ruko atau pecel lele, mungkin ada yang benar-benar bekerja sebagai tukang parkir dan ada juga yang seperti hantu (tiba-tiba nongol) juga bisa jadi adalah buruh. Para soundman/lighting disetiap konser yang kamu datangi bisa juga adalah buruh. Tukang sablon kaos yang memproduksi baju-baju yang kita pakai hingga saat ini juga mungkin buruh. Pemandu lagu di karoke-karoke tempat kamu sekedar refreshing bersama teman-teman sembari menggoda para wanita pemandu lagu itu, mungkin juga buruh. Abang gorengan di depan gang rumah kamu juga adalah buruh.

Terkadang memang kita terlalu mengabaikan mereka yang cukup banyak memberikan sumbangsih terhadap kehidupan kita. Seperti melihat tapi pura-pura acuh. Mereka pun perlu hidup, mereka pun berjuang untuk mencukupi segala aspek kehidupan, sama seperti kita namun saja tidak seberuntung kita. Mungkin kita masih mendapatkan pemasukan bulanan dari kerja, atau masih dapat uang jajan dari orang tua kita, tapi tidak dengan para ‘buruh’ yang harus berkerja keras untuk mendapatkan pemasukan yang tidak menentu tiap harinya, yang harus berpacu dengan adrenalin untuk mendapatkan uang, bertaruh modal, nekad, atau mungkin banyak juga yang mempertaruhkan nyawa..

Sudah cukup kah kita menghargai mereka semua, baik buruh dibalik helm proyek dan sepatu proyek dan juga buruh dibalik mesin-mesin uang yang mereka ciptakan sendiri. Bukankah hidup lebih indah jika kita saling menghargai tanpa memandang status sosial? Tidak melulu soal materi untuk memberikan penghargaan, cukup mudah untuk memberikan rasa respect kita terhadap mereka. Hanya dengan senyuman, sapaan yang menghangatkan, atau apa saja asal tidak menyingung perasaan mereka. Dari hal sepelepun mereka bisa merasa dihargai, contohnya kamu tidak bisa bayar parkir di parkiran ATM yang mungkin hanya sebentar, dengan kamu berkata baik saja seperti “maaf ya pak/bu saya tidak bawa uang lagi” atau apapun alasanmu mereka pun pasti bisa memaklumi, minimal kamu tidak meremehkan mereka. Mungkin di lain kesempatan kamu akan parkir ditempat yang sama, kamu bisa melebihkan uang parkirnya. Simple kan.

Dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang tidak perlu gue paparkan juga. Intinya dengan siapapun kita berinteraksi jangan bedakan kelas sosialnya, hargailah lawan bicara kita, maka kita pasti akan mendapatkan perlakuan yang sama, entah dengan siapa dan dimana kita berada.

Previous Article
phantomlance-malware

Hati-hati, malware PhantomLance bersembunyi di Google Play Store

Next Article
MIKHA ANGELO

Mikha Angelo merilis versi lain dari single perdananya sebagai solois berjudul Shot (Stripped Version)

MORE KEPS
MAHASISWA VS KOMUNITAS riot
Read More

MAHASISWA VS KOMUNITAS

Untuk mahasiswa/i yang masih suka minta amal di lampu merah, coba ubah pola pikir kalian, kalian bisa lakukan dengan hal-hal yang lebih simpel contohnya ya jual gorengan mungkin? Itu lebih cool dari pada kalian nampang badan di lampu merah.