fbpx
Persetan diri sendiri yang penting terkenal!

Persetan diri sendiri yang penting terkenal!

Kita akan selalu amaze dengan karya-karya yang dihasilkan dengan jerih payah oleh para seniman/musisi/artworker/creator/mc dan masih banyak “karya” yang bisa membuat kita terkagum-kagum. Untuk menghasilkan ‘masterpiece’ yang terbaik pun pasti banyak melalui tahap yang tidak mudah. Merubah konsep, brainstroming yang pelik, kritik sana sini, bahkan juga minimnya finansial juga menjadi suatu masalah cukup berat. Kembali lagi kalau memang kita mau membuat suatu karya yang maksimal, kita pun harus total dalam prosesnya, dan yang terpenting adalah BE YOURSELF!

Dibalik terkenalnya suatu sosok yang cukup menjadi spotlight, selalu saja ada orang-orang yang menganggap dirinya ‘bisa menjadi’ seperti sosok yang sedang naik daun itu. Bisa dibilang ikut arus trend, tapi gak seharusnya sama persis dengan sosok yang mungkin jadi kiblat lo berkarya. Tidak salah ketika lo semua punya sosok influence untuk menjadi rules lo dalam berkarya, apalagi kalau sosok itu sedang hangat-hangat jadi perbincangan khalayak.

Tapi jangan heran kalo akhirnya banyak jiplakan dari karakter-karakter/ karya yang hampir/memang mirip dengan sosok yang lo jadikan pengaruh. Seakan-akan lupa bahwasanya kita semua ini punya kelebihan dan ciri khas masing-masing, dan gue yakin jika kita mau mengembangkan karakter kita, pasti kita bisa lebih dari orang-orang yang menjadi rules kita. Cukup ironis memang jika kita terlalu mengkultuskan apapun itu untuk menjadi influence, tapi memang itu nyatanya dan akhirnya kita pun cepat bosan dengan apa yang disajikan yang seakan-akan seperti itu-itu saja.

Seperti bermain aman kali ya.. “Daripada repot mikirin konsep image dan gak perlu repot-repot branding, gpp kali ya ngopy dikit gayanya si A, toh juga orang gak banyak yang tau, ya kalaupun tau yaudah lah ya paling juga temen-temen gini,pelan-pelan aja sambil belajar gpp lah”. Mungkin begitu kali ya isi pikiran orang-orang yang dominan meniru dari figur yang lebih dahulu berkarya, mungkin ya.. Gue pribadi pun pernah dan mungkin sekatang masih berada di tahap mengamati apa yang dilakukan figur-figur yang menjadi rules dalam do something, tapi gak melulu meniru kan? Mulai dari tutur bahasa, cara berpakaian, lifestyle dan banyak faktor yang gak perlu kita jiplak.

Lebih ke buang-buang waktu aja sih menurut gue, bayangin lo menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengulik sosok idola lo supaya lo bisa mencoba menjadi idola lo. Daripada habis untuk mengulik yang sudah menjadi ciri khas orang lain, alangkah baiknya waktu dan tenaga lo digunakan buat menggali potensi apa yang ada di diri lo. Memang dan gak akan bisa instant, tapi proses lo belajar untuk menemukan apa yang bisa menjadi special dari dalam diri lo itu adalah sesuatu yang sangat berharga, dan akhirnya lo bisa menjadi pribadi yang mempunyai identitas dalam berkarya, dan akhirnya orang-orang lain pun bisa mengenal lo dari apa yang lo buat, bukan dari apa yang lo tiru.

Dan yang selalu gue yakin adalah semua tidak ada yang instant, dalam bidang apapun itu yaa.. Okelah kalau lo bisa mencuri perhatian orang banyak dengan hasil menjadi jiplakan idola lo, dan gue juga yakin itu semua gak akan pernah bertahan lama, karena memang begitu polanya. Kenapa kita selalu takjub dengan figur idola kita dengan karya dia? Itu dia jawabannya, JUJUR dan JADI DIRI SENDIRI. Selamat mencoba! Riot!

Previous Article
Doc.Grub Sebelah

Grub Sebelah — unit Pop Indie asal Pringsewu — merilis album perdana Lokananta Waktu.

Next Article
Cover Album Sepinggungan

“Sepinggungan dan Russ”, dua lagu penanda satu dekade perjalanan Roadblock Dub Collective.

MORE KEPS
MAHASISWA VS KOMUNITAS riot
Read More

MAHASISWA VS KOMUNITAS

Untuk mahasiswa/i yang masih suka minta amal di lampu merah, coba ubah pola pikir kalian, kalian bisa lakukan dengan hal-hal yang lebih simpel contohnya ya jual gorengan mungkin? Itu lebih cool dari pada kalian nampang badan di lampu merah.