fbpx

Suka Suka Interview Vol.5 : Kedai Kopi Perlu Filosofi ?

[SUKASUKA-IN] Suka-suka Interview, persembahan dari Manasuka Films : merupakan salah satu segmen yang isinya obrolan santai tentang seputar dunia kreatif, bersama pelaku-pelaku kreatif di Lampung.

Lampung, apa yang enggak ada? Kopi?
Lampung sendiri adalah salah satu penghasil kopi terbaik di dunia, kebun Kopi di Lampung tersebar luas mulai dari Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Utara, Pesisir Barat, Lampung Utara, dan Waykanan yang dimana hasil produksi sebagian diekspor ke beberapa negara seperti Eropa, Jepang, Timur Tengah, dan Australia.

Kopi Indonesia makin kesini makin terus meningkat, dan menikmati kopi sekarang ini gak lagi cuma sekadar pelepas dahaga atau pemompa semangat di pagi hari. Seiring berkembangnya kedai kopi bergaya modern, minum kopi pun jadi gaya hidup tersendiri bagi kalangan tertentu. Dengan menjamurnya kedai kopi di beberapa wilayah kota besar di Indonesia, bisa jadi mengindikasikan bahwa keberadaan kopi di Indonesia kini tengah populer.

Hal ini berawal dari meningkatnya industri pengolahan kopi di nusantara. Semakin meningkatnya industri kopi, hingga membuat kopi sendiri menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar orang saat ini. Jika kopi Indonesia berhasil populer hingga mancanegara, tentu Indonesia akan lebih dikenal di mata dunia.

– A D V E R T I S E M E N T-

Ritual minum kopi-pun mendadak bergeser makna menjadi sebuah pengalaman yang dikaitkan dengan kehidupan sosial, dimana sebelumnya banyak yang bilang kalo kegiatan ngopi di Indonesia mulai menjadi tren saat munculnya film karya anak bangsa “Filosofi Kopi” pada tahun 2014 – padahal, kebiasaan ngopi di Indonesia udah bukan lagi hal baru. Bahkan kopi sendiri sering dijadiin sebagai simbol kerukunan. Dulu emang “ngopi” sering dibilang sebagai kegiatannya orang tua. Tapi saat ini dengan banyaknya bisnis kafe-kafe kekinian, akhirnya kegiatan minum kopi pun jadi hal yang banyak dilakuin sama berbagai kalangan masyarakat, dari remaja sampe dewasa.

Yah, tren kopi bergeser dari awalnya kopi instan, lalu kopi olahan di kafe, sampe sekarang banyak yang mau ngeraciknya sendiri atau lebih sering disebut manual brewing.

Dan kali ini team Manasuka.Films berkesempatan berbincang-bincang dengan salah satu visual artist dan pendiri kedai kopi “Keiko Bahabia”,Wisnu S Putro atau lebih dikenal dengan nama ‘Kutubocah’.

Lalu sebenernya ‘Kutubocah’ itu apasih? Gimana opininya tentang maraknya trend kopi saat ini?

Simak perbincangan selengkapnya dibawah ini.

Follow us on Instagram: @manasuka.films
More about our special guest: @keikobahabia @kutubocah

Previous Article

Instagram nyoba Saingi Youtube dengan Ngeluncurin Fitur IGTV

Next Article

Berita Duka : Ginan Sang Vokalis Jeruji Meninggal Dunia

MORE KEPS