fbpx

Interview: Bassist Perempuan Dalam Kancah Musik di Lampung bersama Anggi Crazy Monkey HC

 WhatsApp%2BImage%2B2017 11 05%2Bat%2B06.04.42%25281%2529

Anggi adalah salah satu seorang bassist muda perempuan di Lampung yang bergabung dengan band Crazy Monkey HC.
Mr.Keps berkesempatan berbincang bersamanya mengenai bassist perempuan dalam kancah musik di Lampung.

Mr. Keps (M) berbincang dengan Anggi (A)
___

M : Sebelumnya, ceritain dikit dong tentang lu?

A : Nama saya Agustyaningrum Dwi Puspita Ambarwati, dipanggil Anggi bukan Anggia anak kedua dari tiga bersaudara. Lahir di Bandar Lampung tanggal 22 Agustus 1998 dan sekarang saya kuliah di STKIP PGRI Bandar Lampung prodi Bahasa Indonesia semester 1 dan saya bermain bass di Crazy Monkey HC.:))

M : Gimana sih lu pertama kali berkenalan dengan musik?

A : Pertama kali sih saya cuma jadi pendengar musik aja, tapi waktu SD saya udah mengidolakan para pemain musik yang saya lihat di televisi. Terus pas SMP kelas 3 saya mulai mengumpulkan uang untuk beli gitar akustik nan murah, mulai deh belajar kunci dasar gitar. Setelah lulus baru saya berkenalan dengan bass dan bergabung di komunitas bass Lampung “BIG STRING”.

M : Kenapa lu milih instrumen bass?

A : Karena awalnya saya kira main bass itu mudah dibandingin alat musik lainnya, tapi ternyataaaa gak ada alat musik yang mudah. Semua butuh proses dan proses itu sungguh menyulitkan. Karena sulit, bikin jengkel, bikin sedih yang akhirnya bikin saya makin jatuh cinta sama bass. :))

M : Apa lu ngerasa punya selera yang unik dengan menjadi bassist perempuan, atau malah punya pandangan tertentu tentang selera?

A : Ngerasa unik sih, karena menurut orang-orang bass itu bukan pegangan seorang perempuan. Mungkin karena bentuknya yang besar, senar besar dan berat pula. Kadang banyak dikomenin orang juga. Tapi saya sih gak peduli apa kata orang karena saya bangga menjadi sesuatu yang berbeda.

M : Dari pengalaman lu bergaul dengan komunitas musik, seperti apa sih posisi perempuan dalam bermusik di mata lu?

A : Menurut saya posisi perempuan sama saja dengan laki laki. Hanya saja saya banyak kagum dengan perempuan yang memainkan alat musik. Tau kan kalo kata orang dulu biasanya seorang perempuan harusnya banyak di dapur bukan malah ngambil jalan yang biasa dilakukan laki-laki dan menurut saya itu sangat terlihat tangguh. Junior atau senior saya tetap kagum.

M : Seberapa percaya lu dengan kebutuhan untuk beradaptasi terhadap kemajuan teknologi dalam mengembangkan musik bagi perempuan?

A : Percaya. Karena teknologi berkembang akan membantu musik, musik berkembang untuk menghibur masyarakat. Masyarakat akan tetap butuh musik untuk menghiburnya. Mungkin suatu saat akan ada teknologi yang menghapus semua pemain musik lalu menciptakan yang lebih praktis dimana tak perlu ada pemain musiknya. Tapi tetap aja nuansanya berbeda, orang-orang gak cuma mau dengar musik saja tapi mereka terkadang senang dengan melihat pertunjukan live dengan pemain-pemain musik asli didalamnya.

M : Seberapa pedulinya lu dengan komodifikasi dalam wilayah musik?

A : Walaupun saya bermusik cuma untuk kesenangan. Tapi saya sangat peduli dengan komodifikasi dalam bermusik. Karena ada sebagian musisi yang hidupnya bergantung dengan musik.

M : Harapan apa yang belum lu capai di dalam dunia musik?

A : Bisa memperkenalkan musik saya ke masyarakat di seluruh tanah air. Gak perlu langsung suka tapi ya setidaknya tau aja dulu sama musik saya. :))

M : Ada bidang lain yang buat lu tertarik, namun secara sadar emang ngerasa belum atau gak mampu untuk ngejalaninnya?

A : Bidang lain… Pengen jadi pengusaha sih, cuma ya belum mampu ngejalaninnya karena belum ada modal juga. Hehe…
Cita-cita tetap mau jadi guru sih, tapi kalo ada modal ya lebih enak jadi guru sambil usaha dan tetap bermusik tentunya. :))

M : Dan terakhir, proyek-proyek apa yang lagi lu kerjain sekarang?

A : Di band lagi ngebut bikin mini album. Tapi selain itu saya usaha kecil kecilan jadi penjual nasi ayam online (pesenlaahhh).
Kayaknya cuma itu aja proyek saya, hehe… Karena kuliah sambil usaha sambil berkarya udah buat pusing 7 keliling. Tapi saya bersyukur karena suka dibuat pusing dengan hal-hal yang positif. :))

Previous Article

Freedom – Setelah Sukses Getarkan Panggung Bengkulu, Band Hardcore Asal Metro Ini Berencana Getarkan Panggung Lampung Timur

Next Article

Interview: EVNFLO, Mini Album dan Kritik Sosial

MORE KEPS