fbpx

Column: Keterbatasan BUKAN Untuk di Jadikan ALASAN!

PICT POST NEW 2018 B HAMBALER

Untuk seorang konten kreator pemula, mungkin “Gear” jadi salah satu pertimbangan untuk memulai semuanya, ya untuk merealisasikan ide kreatif mereka, termasuk gua juga ya. Kayak misalnya, Videographer dengan kamera dan lensanya, ya pokoknya gitu – gitu lah. Gua juga gak mau terlalu naif untuk bilang “Gear Doesn’t Metter !”, karena pada akhirnya “Yes, it Does Metter !” . Tapi apa itu bisa dijadiin alesan untuk lo gak merealisasikan ide – ide kreatif lo ?

Menurut gua, keterbatasan gak melulu “Negatif” kok, tergantung bagaimana kita nyikapinnya aja. Keterbatasan juga bisa jadi acuan untuk kita berfikir lebih kreatif lagi dan lebih inovatif lagi.

Emangnya ada gitu sebuah film dapet penghargaan dengan nominasi “Kamera Termahal”? kalau rekor “Biaya Produksi Termahal” mungkin ada. Kenapa? Ya karena pada akhirnya semua itu balik lagi ke konsep dan visi. Dan menurut gua kamera itu cuma jadi “Alat” untuk kita ngejual cerita yang ingin kita sampaikan dan gak bakal bisa ngejamin “Kualitas”.

Setiap hal pasti perlu yang namanya konsep, dengan konsep yang matang dan sangat di pertimbangkan setiap detailnya, gua yakin keterbatasan itu bukan masalah yang besar. Dengan Gear dan kemampuan gua yang sangat terbatas, gua masih bisa kok untuk ngebuat Music Video, walaupun gak WAH tapi seenggaknya apa yang gua dan team ingin sampaikan dan apa yang udah di konsepkan bisa tersampaikan dengan baik dan hasilnya sesuai ekspetasi kita semua.

Setelah Music Video dengan segala keterbatasannya itu rilis, hasilnya? pertanyaan soal “Gear” hampir gak kedengeran di telinga, respon dari penonton yang sampe ke telinga gua kebanyakan malah kayak gini, “Kok bisa?”, “Bagus ya..”, “Ini syutingnya beneran di Lampung?”, “Ternyata anak – anak Lampung bisa ya”, “Kirain ini di Bandung loh…”, dan mungkin cuma 2 – 3 orang doang kok yang nanya soal “Kamera apa?” dan mereka yang bertanya seperti itu memang orang – orang yang bergerak dibidang yang sama dan paham soal “Gear”, bahkan salah satu dari mereka ada yang nanya “Ini beneran cuma pake 1200d ?”.

Menurut gua, “Gear” itu bukan cerminan kualitas. Dengan konsep yang bener – bener mateng dan gear seadanya gua yakin banget, bahwasannya sesuatu yang WAH itu bukan hal yang mustahil.

So? Dari pengalaman gua membuat Video, dari yang cuma untuk InstaStory sampe ke level Music Video, bisa gua bilang Gear terbaik adalah Gear yang lo punya saat ini.”

POST AUTHOR HAMBALI

Mahasiswa yang masih terjebak dalam dunia Teknik Mesin, Cinematographer dan Editor untuk Manasuka Films, Bukan bagian dari penikmat senja.
Instagram

[right-side]

Previous Article

Ultraviolence, Duo Post Punk Malang Sebar Video Klip "Into A Bolder"

Next Article

Kolektif Teman Djajan Buka Workshop Seni Cukil. Ikutan Yuk!

MORE KEPS
af6ba8193317d0b0e36c30b3657a13eb
Read More

Psychedelic, Culture, Sains dan Perlawanan

Sampai sampai Amerika Serikat juga membuat undang undang yang memasukan zat dan obat obatan psychedelic serta ganja dalam kategori obat obatan yang berbahaya level 1. Dengan anggapan mempunyai ' potensi tinggi penyalah gunaan dan tak ada penggunaan medis yang di terima saat ini '. dan saat itu pula pioner psychedelic Timothy Leary di tangkap.
image
Read More

Dramaturgi Kehidupan Media Massa.

Berawal dari pemikiran bahwa manusia sebagai aktor yang berada di atas panggung, tentunya semua itu berdasarkan setting-an yang sudah ditata sedemikian rupa dengan sebaik-baiknya agar terlihat bagus di mata penonton.
filosofi kecoa
Read More

Filosofi Kecoa

Kita boleh saja dibenci, kita boleh saja down, kita boleh saja mengalami depresi, kita boleh saja terjungkal dan terhempas keras. Tetapi, apakah semua hal tersebut kita diamkan begitu saja? Tidak! Kita harus meniru apa yang dilakukan oleh kecoa ketika mereka terbalik/terjungkal, mereka selalu berusaha keras untuk mencoba bangkit kembali, meskipun memiliki resiko yang menakutkan, yaitu kematian. Jika kita hanya diam dan tak mampu berjuang, semestinya kita malu terhadap makhluk yang selama ini kita anggap menjijikkan tersebut.

Long Live The Scene!

Mengatasnamakan diri sebagai pencinta musik pastinya akan menuai konsekuensi dan beban tersendiri. Saat semua nya bersandar pada teknologi…