fbpx

Column : Jangan Pikir Dua Kali, Realisasi-in Ide Lo!

postcolumn


Dekade ini; Gak perlu heran lagi dengan perkembangan teknologi yang makin lama makin gila-gilaan dampaknya bagi peradaban hidup manusia. Gak usah jauh-jauh deh, dari fitur-fitur modern saat ini udah banyak ngelahirin beragam pilihan, dari gaya hidup sampe pola pikir ‘instan’ bisa jadi contoh yang mungkin lo lo pada juga rasain saat ini.

Dampak kemajuan teknologi emang harusnya mempermudah manusia terutama untuk mengekspresikan ide-ide kreatifnya yang mungkin bisa berdampak baik bagi diri sendiri dan orang lain. Tapi, sebenernya apasih standarisasi ide kreatif yang berdampak baik?

Kalo menurut gue sih, ketika ide yang lo realisasikan tidak merugikan orang lain (untung rugi bukan cuma soal duit lho ya!), maksudnya, lo sendiri pun harus pinter-pinter menyiasati sekiranya dampak dari kegiatan yang lo lakuin bakalan berdampak negatif ke orang lain atau enggak. Misalnya lo mau mengekspresikan ide lo dalam bentuk tulisan (cerpen, artikel, blog dll) – Nah, selain isi dari tulisan lo, ada baiknya lo udah pikirin bahwa tulisan lo itu bakal ditujukan kepada siapa (ya iyalah, semisal karya lo berbentuk cerpen apa iya mau di share di forum jual beli elektronik) dan dampak apa yang bakal lo dapetin.

Jadi disini bukan berarti mengekspresikan ide itu gak bebas, justru karna terlalu bebasnya media pengekspresian ide saat ini lo udah harus buat batasan atau “pager” buat diri lo biar ga berdampak negatif buat orang lain. Karena dampak itu enggak ‘kontan’ alias bisa aja baru terasa setelah satu, dua atau bahkan sepuluh tahun lagi dari apa yang lo lakukan saat ini.

Ada baiknya lo pikirin poin-poin itu deh! Terlepas dari itu, lo bebas ekspresiin ide-ide lo tanpa pikir dua kali! Karena; di era ini mulai banyak orang pinter kritik tanpa solusi dan banyak juga orang berekspresi tapi ngerugiin orang lain, itu bisa jadi salah satu alasan lo untuk memulai sesuatu dari sekarang.

Semoga secepatnya makin banyak para kreator muda yang terus berapi-api dan konsisten dalam mewujudkan ide-ide gilanya. Satu lagi! Lebih baik buat dulu deh, karena dari semua ide, ide yang paling keren itu adalah ide yang dikerjain! Soal bagus atau enggak nya itu proses, yang penting fun.

Please deh, soal yang satu ini memang harus kita pikirin dan kita terapin untuk contoh generasi selanjutnya! (gue skip masalah aplikasi perusak moral, kalo kita bahas makin tenar entar).

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Sampai jumpa diartikel berikutnya!

[right-side]
Disclaimer: Semua postingan di www.kepsirproject.net ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya diatas. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan Kepsir Project.

A D V E R T I S E M E N T

Previous Article

Lowres Luncurkan Video Klip Sekaligus Single Kedua 'OSE'

Next Article

Perdana dalam 10 Tahun Terakhir, Seringai Meluncurkan Video Musik “Selamanya”

MORE KEPS
af6ba8193317d0b0e36c30b3657a13eb
Read More

Psychedelic, Culture, Sains dan Perlawanan

Sampai sampai Amerika Serikat juga membuat undang undang yang memasukan zat dan obat obatan psychedelic serta ganja dalam kategori obat obatan yang berbahaya level 1. Dengan anggapan mempunyai ' potensi tinggi penyalah gunaan dan tak ada penggunaan medis yang di terima saat ini '. dan saat itu pula pioner psychedelic Timothy Leary di tangkap.
image
Read More

Dramaturgi Kehidupan Media Massa.

Berawal dari pemikiran bahwa manusia sebagai aktor yang berada di atas panggung, tentunya semua itu berdasarkan setting-an yang sudah ditata sedemikian rupa dengan sebaik-baiknya agar terlihat bagus di mata penonton.
filosofi kecoa
Read More

Filosofi Kecoa

Kita boleh saja dibenci, kita boleh saja down, kita boleh saja mengalami depresi, kita boleh saja terjungkal dan terhempas keras. Tetapi, apakah semua hal tersebut kita diamkan begitu saja? Tidak! Kita harus meniru apa yang dilakukan oleh kecoa ketika mereka terbalik/terjungkal, mereka selalu berusaha keras untuk mencoba bangkit kembali, meskipun memiliki resiko yang menakutkan, yaitu kematian. Jika kita hanya diam dan tak mampu berjuang, semestinya kita malu terhadap makhluk yang selama ini kita anggap menjijikkan tersebut.

Long Live The Scene!

Mengatasnamakan diri sebagai pencinta musik pastinya akan menuai konsekuensi dan beban tersendiri. Saat semua nya bersandar pada teknologi…