fbpx

Column : Apa Semua Hal Butuh Pengakuan Biar Berasa Penting?

PICT POST COLUMN

Random Thought;

Jadi gini, Gue barusan baca sebuah postingan di explore instagram yang isinya tulisan quote gitu, isi tulisannya tuh: will you care about me when I disappear?, terus Gue kepikiran aja. Kenapa kebanyakan orang berfikir; gimana ya kalau Gue enggak ada?, apa orang bakal peduli?.

Kenapa Lo harus mikir kaya gitu? Orang yang enggak perhatian sama Lo disaat Lo ada, are they worth that much? Dan disaat mereka enggak berubah saat Lo hilang, are you willingly hurting yourself more? Kaya gitu.

Kenapa ya, kita hobby banget mikir “what ifs” dan semuanya berakhir pada diri sendiri. Kayak dunia gak berputar disekitar kita doang gitu. Walaupun mencintai diri sendiri itu penting, cuma cinta diri sendiri itu lahir dari diri kita sendiri emang, bukan orang lain.

Dan kaya sedih aja, enggak semuanya bakal ngasih feedback yang kita mau. Tapi memang manusia ya, dibandingin fokus sama yang udah ada, kita fokus sama yang menggelitik ego kita. Tapi disaat gue tambah tua gini, gue makin sadar aja. Enggak ada gunanya juga mempermainkan pikiran orang buat dapet perhatian lebih, itu bikin capek, pihak lain ataupun diri sendiri. Jadi kadang gue berharap, stop mindset kaya gitu, apalagi sama pasangan, karena Lo enggak perlu menjatuhkan diri Lo, menghilangkan diri Lo untuk dapet perhatian lebih.

Buat apa? Kalau mereka peduli, tanpa jatuh, tanpa marah, tanpa Lo hilang, Lo akan dapet perhatian itu. Dan tiap orang beda-beda cara ngasih perhatiannya, dan kadang kita harus ngaca, apa kita aja yang kurang bersyukur, jadi semuanya kerasa kurang? Orang yang enggak peduli saat Lo enggak ada, cuma bikin Lo nyakitin diri sendiri aja karena Lo pikir itu caranya buat dapetin perhatian lebih, itu toxic banget. Jangan.

”Don’t die for people you love, be more alive.”

Oiyah, Widita Febby Cahyani bukan die hard fan Danilla, kebetulan kacamatanya cocok ae..

POST AUTHOR1

Duta anti-toxic, sangat interest sama musik indie pop, RnB, Soul, Korean Hip Hop dan sejenisnya. Sangat mencintai hidup sehat dan makanan enak berkalori rendah. Bukan fans Danilla, dan saat ini berstatus sebagai mahasiswi Fakultas Hukum Unila 2015.
\ Instagram

ADVERTISEMENT-

[right-side]

Previous Article
Suka Suka Interview Vol.7

Suka Suka Interview Vol.7 : Kenapa Harus Drama?

Next Article

Eksistensi Manusia di Dunia Utopis

MORE KEPS
af6ba8193317d0b0e36c30b3657a13eb
Read More

Psychedelic, Culture, Sains dan Perlawanan

Sampai sampai Amerika Serikat juga membuat undang undang yang memasukan zat dan obat obatan psychedelic serta ganja dalam kategori obat obatan yang berbahaya level 1. Dengan anggapan mempunyai ' potensi tinggi penyalah gunaan dan tak ada penggunaan medis yang di terima saat ini '. dan saat itu pula pioner psychedelic Timothy Leary di tangkap.
image
Read More

Dramaturgi Kehidupan Media Massa.

Berawal dari pemikiran bahwa manusia sebagai aktor yang berada di atas panggung, tentunya semua itu berdasarkan setting-an yang sudah ditata sedemikian rupa dengan sebaik-baiknya agar terlihat bagus di mata penonton.
filosofi kecoa
Read More

Filosofi Kecoa

Kita boleh saja dibenci, kita boleh saja down, kita boleh saja mengalami depresi, kita boleh saja terjungkal dan terhempas keras. Tetapi, apakah semua hal tersebut kita diamkan begitu saja? Tidak! Kita harus meniru apa yang dilakukan oleh kecoa ketika mereka terbalik/terjungkal, mereka selalu berusaha keras untuk mencoba bangkit kembali, meskipun memiliki resiko yang menakutkan, yaitu kematian. Jika kita hanya diam dan tak mampu berjuang, semestinya kita malu terhadap makhluk yang selama ini kita anggap menjijikkan tersebut.

Long Live The Scene!

Mengatasnamakan diri sebagai pencinta musik pastinya akan menuai konsekuensi dan beban tersendiri. Saat semua nya bersandar pada teknologi…