fbpx

Winamp Emulator Ini Bakal Ngasih Kamu Sensasi Nyetel Lagu di Zaman 90-an

WINAMP

Biar terasa lebih orisinil, cobain deh pakenya mp3 128kbps

Bagi sekelompok millenials, Winamp pernah jadi satu-satu media player yang kita gunain untuk memainkan segala macam lagu yang mereka unduh secara legal. Winamp, program mp3 player kesayangan semua orang, kini sudah kembali dan sekarang kamu bisa ngejalaninnya di browser.

Nah, berkat kerja keras seorang programmer asal San Fransisco Jordan Eldregde, kini para pengunduh mp3 yang mau bernostalgia bisa mengenang kembali masa-masa indah mereka dengan perangkat lunak satu ini.

Daaannn….. Winamp baru ini punya tampang kayak winamp yang dulu kita semua kenal. Begitu dicoba, kamu bakal ngerasain sensasi ngegunain winamp nyaris dua dekade lalu. Misal, kamu bisa menggunakan skin-skin Winamp purba cuma dengan men-yeret dan lepas filenya ke Winamp. Hal yang sama bisa kamu lakuin dengan koleksi mp3 lawasmu. Kamu tinggal menyeret dan melepas berkas mp3 kesayanganmu—sukur-sukur kalo bitratenya 128kbps biar nostalgianya makin nampul gitu. Satu-satunya yang kurang adalah Milkdrop 2.0—plugin yang ngebuat musik kita mainkan menjadi visualisasi yang memabukkan udah kayak LSD gituuuhhh.

Ya walaupun web resminya masih bisa di akses, tapi Winamp udah nge-hentiian operasinya sejak 2014 dan empat tahun ini dipenuhi dengan kerinduan para pengepul mp3 terhadap llama—maskot winamp.

Beberapa epigon juga muncul untuk menutup lubang yang ditinggalkan winamp. Bahkan Spotify sampai ngeluncurin situs tribut yang nyediain klien mereka yang dibuat semirip mungkin dengan Winamp. Sayangnya, gak ada yang bisa ngembaliin kenangan akan era emas Winamp sekeren situs buatan John Elredge.

Coba sendiri deh kalo kamu gak percaya.

(keps)

Previous Article

Untuk Musisi Yang Lebih Peduli Musik Ketimbang Popularitas, Karena Popularitas Adalah Bonus

Next Article

Sebuah Prediksi dan Dilema Bernama "Indie" di Tahun 2018

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.