fbpx

Ntab niiihhh!!! Mulai Tahun Depan Nanti, Kita Bisa Dengerin Vinyl Berkualitas HD

kepsir vinyl
Foto illustrasi dari lookmumnohands

Yang jelas nih yah, harganya tuh pasti enggak murah, bro. Tapi, mumpung barangnya belum ada di-pasaran, enggak ada salahnya lah beli headphone yang bagusan dulu. Soalnya kalo pake headphone nokia 1202 mah enggak enak. Sakit di-kuping.

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey

Beberapa tahun ini Vinyl kayak dapat nyawa baru. Malah, di tahun lalu nih ya, angka penjualan plat dilaporkan melonjak lagi. Jelas dong, ini tuh berita bagus buat penikmat dan terutama buat pegiat musik. Artinya, yang Namanya album fisik itu belum sepenuhnya mati digempur skema bisnis streaming musik jaman now. Selain itu juga, dengan kembali populernya piringan hitam bisa ngasih kesempatan kita buat kembali ngerasain salah satu nikmat yang paling hakiki di dunia para kolektor album.

Yang lebih mantab lagi dari kebangkitannya piringan hitam nih; teknologi vinyl bakalan mengalami pemutakhiran. Karena sebuah perusahaan rintisan asal Austria, Rebeat Innovation, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan mulai memasarkan Vinyl High Definition maksimal yang bakalan mulai tahun depan.

Meski gue atau mungkin kalian juga sangat mencintai yang Namanya rilisan fisik, jujur gue enggak tahu apa yang dimaksud dengan Vinyl High Fefinition. makanya, daripada bingung atau sotoy yah, ada baiknya kita baca dulu keterangan dari Rebeat Innovation.

Jadi, pada tahun 2016, perusahaan rintisan ini mematenkan metode baru pressing vinyl dengan cara mengunakan “laser untuk menciptakan Matrix Audio Master High Definition (HD) yang memungkinkan sebuah plat mencapai potensi maksimalnya dan juga meningkatkan kenikmatan mendengarkan musik.”

Kepada Pitchfork, pendiri Rebeat Innovation si Günter Loibl ngaku kalo perusahaannya itu baru aja nerima suntikan dana segar sebesar $4.8 juta dan berharap mampu untuk ngewujudin proyek ambisius-nya ini minimal di tahun depan.

Nah, kalo lo tetep keukeuh pengen dapet penjelasan teknisnya tentang vinyl HD ini, Rebeat Innovation ngejelasin kalo plat definisi tinggi ini dibuat dengan “pemetaan topografis berbasis 3D yang dipadukan dengan teknologi goresan laser.” Sederhananya sih kayak gini: laser digunakan untuk menggores “stamper” yang nantinya dipake buat ngebentuk guratan pada plat untuk menghasilkan suara definisi tinggi.

Günter Loibl bilang kalo mulai tahun ini, Rebeat Innovation bakalan mulai ngirimin sample buatan mereka ke pabrik-pabrik pressing plat dan berharap bisa menghadiri konferesi perdagangan piringan hitam, Making Making Vinyl, yang bakalan diselenggarain di Detroit, Oktober nanti. ~ Jauh yahhhh.. Beeuuhh…
Abis itu, kayak yang dibilang si Günter Loibl ke Pithfork. 
“Prosesnya bakalan makan waktu selama enam bulan buat nerapin segala penyesuaiannya. Jadi, insya Allah tahun depan nanti, kita bakal bisa ngeliat Vinyl HD dijajakin di toko-toko album musik.” ~ Yaaa moga-moga aja bisa nyampe juga di Indonesia yahhh…
Jadiii, sambil nungguin nih yah, mendingan nabung dulu deh buat beli headphone yang bagusan, soalnya vinyl HD nanti bakalan jadi kacrut kalo lo pake headset 15 ribuan, mana bikin kuping sakit lagi.
Dah ah gitu pokoknya. Terimakasih

Previous Article

Rami Malek Mirip Banget Freddie Mercury di Trailer "Bohemian Rhapsody"

Next Article

Suka Suka Interview Vol.2 : Visual Artist Bukan Peramal!

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.