fbpx

Freedom – Setelah Sukses Getarkan Panggung Bengkulu, Band Hardcore Asal Metro Ini Berencana Getarkan Panggung Lampung Timur

4 
Freedom sebuah group Band Hardcore Indonesia yang berasal dari Kota Metro Lampung dengan nama awal ‘Freedom of Night’ yang berawal dari sebuah pertemanan komunitas di Metro pada akhir tahun 2014.
Freedom sendiri di dirikan oleh Raes Katar  (Guitar) dan Bastyan (Drum), saat itu formasi awal Freedom of Night : Voc 1 Rizky (Kibu), Voc2 (Wahyu), Guitar (Raes Katar), Drum (Bastyan), Bass (Andre Towik). Namun seiring berjalanya waktu formasi tersebut tidak mampu bertahan lama, hanya berjalan 1 tahun disebabkansang vokalis Rizky dan bassis Andre Towikmemutuskan untuk hengkang dari Freedom of Night.
Tidak lama dari hengkangnya sang Vocal & Bass, mereka akhirnya merekrut seorang vokalis yang sering di panggil Dimex yang dimana saat itu baru saja meninggalkan lini vocal di Deadly Symphony (Death Metal asal Metro).
Dengan formasi baru ini di akhir tahun 2016 mereka sepakat untuk merubah nama Freedom of Night menjadi Freedom dengan pertimbangan membuat image baru yang lebih fresh dan di tahun 2017 ini, mereka mulai disibukan dengan perjalanan yang mereka sebut Break Through Revolution. Sebuah perjalanan yang bertujuan sebagai media promosi Mini Album mereka yang baru selesai produksi pada September bulan lalu dan mereka beri nama “Revolusi Keadilan” dengan harapan akan ada keadilan baru di Negeri ini, dengan mengedepankan Keadilan dan menghapuskan Konspirasi di Negeri ini untuk Negara yang lebih baik.
Perjalanan mereka di mulai pada bulan Oktober sampai dengan Desember dengan rute sementara Bengkulu, Curup, Palembang, Way Bungur, Purbolinggo, dan Pringsewu. Pada 28 Oktober kemarin, mereka sukses getarkan panggung di Bengkulu dalam acara Rafflesian Berisik dan sekarang mereka sedang bersiap-siap untuk getarkan panggung panggung berikutnya.
Dalam Mini Album bertajuk Revolusi Keadilan ini mereka lebih mengacu ke Band Taring, ada saja hal – hal disemerekar kehidupan dapat di angkat untuk dijadikan sebuah permasalahan hingga menciptakan sebuah karya yang dapat dinikmati oleh banyak orang dan eksistensi sebuah band itu adalah ditinjau sebuah karya dan seproduksi apa si band itu sendiri.

Instagram : freedomhc.official
Soundcloud : freedomHcOfficial
QSJn6PRoVvgAAAABJRU5ErkJggg==1 
3 
2 

______
Oleh. Debbie Setya
Edit. Mr. Keps

Previous Article

Interview: Geliat Musik Punk Rock di Lampung bersama Luthfi Fatman

Next Article

Interview: Bassist Perempuan Dalam Kancah Musik di Lampung bersama Anggi Crazy Monkey HC

MORE KEPS