fbpx
FORGIVE US resize

Forgive Us Ber-Serdam Sekolah Seni Tubaba, MRNMRS dan Project Kolaborasi Lintas Lini

Sepakat dengan apa yang Mas Rio ungkapkan di Vlog MRNMRS, bahwa Serdam adalah doa yang baik, dia akan selalu sampai ke telinga dan hati pendengarnya. Semoga dengan kolaborasi ini, suara Serdam bisa menuntun pesan dan doa yang ingin MRNMRS sampaikan di dalam lagu Forgive Us, di persembahkan spesial untuk teman-teman di seluruh penjuru bumi.

Artikel ini tampaknya cukup telat ditulis, karena seyogianya (duh, lama juga gak pake kata ini, setelah terakhir entah kapan juga lupa). Sampai mana tadi? Oh iya, seyogianya kabar ini terbit pada Mei 2021 lalu. Karena masalah teknis di laman kami, akhirnya baru bisa terbit saat ini. Semoga saja informasinya masih tetap segar untuk dinikmati oleh dikau sekalian, yes.

MRNMRS jelas bukan nama baru dikalangan penikmat musik di Lampung. Grup musik yang terdiri dari Febyka Aprilia (vocal), Panji Ndrio (bass), dan Steven Willim (drum), sepertinya sudah cukup sering wara-wiri di berbagai level panggung baik lokal maupun nasional. Sukses merilis dua mini album (Pretty Butterfly, EP 2013 ; She’s on Process, EP 2019) mestinya cukup menggambarkan produktifitas mereka.

Setelah resmi merilis single terbaru mereka yang berjudul FORGIVE US di bulan Desember 2020 lalu, MRNMRS sepertinya belum mau berhenti sampai di situ saja. Hantaman pandemi yang menghalangi promo off-air bagi banyak musisi, coba mereka atasi dengan ide baru di kepala mereka.

Forgive Us by MRNMRS on Spotify

MRNMRS With Their Colleague VOL. I

Salah satu ide yang telah sukses mereka eksekusi adalah program yang mereka beri tajuk “MRNMRS With Their Colleague”. Sebuah project spontan (tanpa uhuy), yang mencoba mengkolaborasikan karya musik yang mereka punya, dengan berbagai lini baik itu seniman, maupun dengan para pelaku bidang lain terkait seni.

Sebagai Volume I (bakal berlanjut volume berikutnya secara fleksibel dan kondisional), MRNMRS mengajak Edythia Rio Wirawan (Rio) sebagai teman kolaborasi. Rio adalah salah satu pengajar di Sekolah Seni Tubaba.

Yup! Dari Sekolah Seni Tubaba inilah ide program kolaborasi tersebut berawal. Pesona aktifitas belajar seni di sekolah yang terletak di Provinsi Lampung, tepatnya di Kabupaten Tulang Bawang Barat ini menarik perhatian mereka.  Jarak lokasi yang terpaut jauh dari Bandar Lampung, tidak mengurungkan niat “bikin sesuatu bareng” teman-teman di Sekolah Seni Tubaba tersebut.

Kembali menggaet  rekan dari Dalam Studio (sebelumnya terlibat pengerjaan video musik Forgive Us), mulailah dilakukan riset untuk menentukan project concept. Setelah riset selama beberapa hari, pilihanpun jatuh pada SERDAM.

FORGIVE US 2 1
Dokumentasi MRNMRS

SERDAM

SERDAM (sekhdam), adalah alat musik tiup tradisional yang terbuat dari batang bambu. Secara fisik sekilas semacam suling tradisional Indonesia pada umumnya. Yang membedakan, serdam dibuat dari satu ruas utuh bambu jenis tamiang. Konstruksi fisiknya terdiri dari lubang tiup (resonator) ada di pangkal atas, dan empat buah lubang di bagian tengah ke bawah. Saat dibunyikan, serdam menghasilkan lima nada (pentatonis) yang terdengar begitu deep dan bernuansa magis.

Serdam sering dimainkan secara tunggal (solo), namun acap kali juga bisa berduet dengan pembacaan (ujaran) sastra lisan.  Alat musik ini banyak terdapat di daerah Lampung Barat, dan kabarnya belakangan dikhawatirkan mengalami kepunahan akibat mulai jarangnya generasi sekarang yang mau belajar memainkan alat musik tiup tersebut.
Semoga melalui project ini, alat musik Serdam tersebut bisa terbantu untuk tetap lestari.

Serdam
Serdam (sumber : genpi.id)

SEKOLAH SENI TUBABA

Dimulai dengan keberangkatan ke Sekolah Seni Tubaba pada 8 April 2021. Menempuh perjalanan darat selama 2-3 jam, setelah sampai tim disambut langsung oleh Semi Ikra Anggara (Direktur Sekolah Seni Tubaba).

Menginap selama tiga hari tiga malam di rumah panggung cantik di kawasan tersebut, mereka disuguhi pemandangan alam asri yang dikelilingi kebun karet, sungai kecil, dan ruang kelas seni. Suasana perjalanan dan lokasi Sekolah Seni Tubaba ini diabadikan dalam bentuk VLOG, yang sudah bisa dikau sekalian nikmati di kanal YouTube resmi MRNMRS.

Dengan menyaksikan dokumentasinya saja, rasanya ingin sekali berada disana. Sepertinya kawasan ini layak dimasukan list sebagai destinasi kunjungan, bagi mereka yang ingin melepaskan diri dari hiruk-pikuk kota besar, sembari menimba pengetahuan di berbagai bidang seni.

Sumber : YouTube MRNMRS

“Sekolah Seni Tubaba ini dibangun dan diperuntukkan, sebagai tempat belajar seni bagi masyarakat sekitar Tulang Bawang Barat, secara cuma-cuma. Kurikulum seni yang diajarkan meliputi teater, seni tari, seni rupa, musik, serta fotografi dan perfilman. Siswa tidak kami arahkan semata untuk menjadi seniman saja. Tapi lebih dimaksudkan agar dapat mengintegrasikan nilai seni tersebut kedalam kehidupan keseharian mereka. “ terang Bang Semi selaku pengelola.

PROSES PRODUKSI

Berada di lokasi dengan vibe yang nyeni semacam ini, tentu harus segera dimanfaatkan maksimal untuk memulai proses produksi.

Mencuri-curi waktu Rio disela kesibukannya mengajar kelas musik Serdam, MRNMRS menyempatkan jamming dan latihan bersama, demi mengkolaborasikan aransemen single Forgive Us dengan alat musik Serdam. Hasil perpaduannya yang apik ini kemudian direkam dalam bentuk audio-visual secara live, dan sudah dapat dinikmati di kanal YouTube resmi milik MRNMRS.

Saya sejujurnya tidak terlalu kafah jika harus mengomentari teknis karya berbentuk video. Cuma kalau dari kacamata awan seperti saya, urusan angle, grading, dan lain-lain sepertinya sih gak ada masalah. Ya, itu kalo dari kacamata saya, kalau ada yang beda pendapat mungkin merk kacamatanya juga beda sih?
Dengan mengambil latar belakang suasana salah satu sudut di Sekolah Seni Tubaba, paduan gambar dan suara, berhasil membawa aura yang lebih magis lagi kedalam lagu Forgive Us.
Kalau saja boleh jujur sih, saya pribadi lebih suka versi bunyi yang ini ketimbang versi asli lagu Forgive Us. Apalagi saat bagian interlude bass Panji di tengah, yang ditimpali permainan Serdam dari Rio. Rasanya walaupun sederhana, namun bikin maknyess bin goosebump gimana gituh, hehehe.
Singkatnya, MRNMRS saya nilai cukup sukses membungkus video live session kali ini menjadi suguhan penyampai pesan, yang selain enak dilihat juga sekaligus enak didengar.

Kritiknya? Harus banget mengkritik gak sih?
Kalau harus mengkritik sih, saya tadinya berharap diselipkan tiupan Serdam yang benar-benar tunggal yang dimainkan oleh Rio. Sekedar memberi gambaran, seperti apa hakikat awal alat musik tersebut saat dimainkan sehari-hari.
Cuma, ya gak perlu diseriusi banget deh, netizen macam saya mah apa-apa juga ngerasanya kurang melulu sih, hehehe. Mungkin ada baiknya nanti saya telusuri sendiri lebih lanjut, terkait informasi seputar alat musik Serdam ini.

Sumber : YouTube MRNMRS

Dukungan Pihak dan Harapan Kedepan

Program kolaborasi MRNMRS ini tentunya tidak dikerjakan sendiri. Selain bantuan dari pihak Sekolah Seni Tubaba, dalam proses pengerjaan video dan vlog ini, MRNMRS didukung sepenuhnya oleh tim ciamik yang terdiri dari Dalam Studio, Loox, dan Swaramas. Selain itu juga mendapat support dari Maheera Coffee dan Starcross. Mudah-mudahan sih kedepan, semakin banyak lagi pihak yang tertarik untuk membangun kolaborasi banyak lini, dalam inisiatif karya kreatif yang mengangkat unsur budaya khas Lampung.  

Melalui media Vlog ini, MRNMRS ingin memberi tahu teman-teman di seluruh penjuru bahwa Provinsi Lampung adalah daerah asal mereka. Memiliki banyak potensi seni yang sangat istimewa. Tentunya MRNMRS pun ingin menyuguhkan keistimewaan kolaborasi ini, tanpa harus merubah orisinalitas musik yang memang memiliki ciri khas tersendiri.

“Tidak menutup kemungkinan bahwa musik kamipun bisa dikawinkan dengan alat musik tradisional, dikemas dengan sederhana namun istimewa. Sepakat dengan apa yang Mas Rio ungkapkan di Vlog MRNMRS, bahwa Serdam adalah doa yang baik, dia akan selalu sampai ke telinga dan hati pendengarnya. Semoga dengan kolaborasi ini, suara Serdam bisa menuntun pesan dan doa yang ingin MRNMRS sampaikan di dalam lagu Forgive Us, di persembahkan spesial untuk teman-teman di seluruh penjuru bumi”, ujar Ibev menutup dialog.

Kepsir!


Further info

Email : [email protected]
Instagram : @_mrnmrs
Youtube : MRNMRS

Previous Article
WEEKEND AS scaled

Eksperimen ajaib ala Weekend As lewat Huru Hara Milennia

MORE KEPS