fbpx

Filosofi Mudik: Karena Hidup Hanya Sementara

mudik bersama

Mudik udah jadi tradisi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang sangat dinanti-nantikan. Banyak romantisme kampung halaman yang mau diulang sama para perantau. Mulai dari yang cuma berkumpul bersama, mengunjungi sanak saudara, makan ketupat, sampe ngelepas rindu sama teman-teman lama.

Istilah ‘mudik’ itu sendiri adalah bentuk kata kerja dari kata ‘udik’ yang artinya desa. Tapi, sama banyak masyarakat jawa, kata ‘mudik’ juga diidentikkan dengan singkatan dari kata ‘mulih dilik’ yang punya makna pulang sebentar. Jadi, secara umum, mudik bisa diartikan sebagai kegiatan sejenak untuk kembali ke kampung halaman disaat musim lebaran.

-Advertisement-

Konon katanya, tradisi mudik itu sendiri sebenarnya udah ada sejak jaman kerajaan Majapahit. Pada saat itu, orang-orang pulang ke kampung halamannya buat ngebrsihin makam para leluhurnya setelah ditinggal lama di perantauan. Sambil ngebersihin makam leluhur, mereka biasanya berdoa biar dikasih keselamatan dunia akhirat, Jadi, zaman dahulu, istilah ‘mudik’ sama sekali gidak berkaitan langsung dengan perayaan Lebaran.

Seiring berjalannya waktu, istilah ‘mudik lebaran’ mulai belahrkembang dan menjadi tradisi banyak masyarakat Indonesia sampe sekarang.

Selain itu, mudik ternyata punta filosofi yang gak kalah penting dari maknanya. Mudik, ngasih pelajaran hidup bahwa kita sebenarnya di dunia itu cuma tinggal sementara, dan pasti bakalan kembali ke dunia fana, yaitu akhirat. Mudik ngajarin kita buat sadar diri dan gak lupa dari mana kita berasal dan bakalan ke mana kita kembali.

[Iip]

Disclaimer: Semua postingan di www.kepsirproject.net ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya diatas. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan Kepsir Project.

Previous Article

Album Terbaru Gorillaz 'The Now Now' Bakalan Rilis Juni Mendatang

Next Article

Kenapa sih Kita Harus Saling Maaf Memaafkan?

MORE KEPS