fbpx
WEEKEND AS scaled

Eksperimen ajaib ala Weekend As lewat Huru Hara Milennia

Single ini menggambarkan sebuah ‘Emosi’ pencarian jati diri anak muda di era awal millenium atau sekitar tahun 2000an hingga pertengahan dekade, yang pada saat itu perkembangan tekhnologi masih terbilang lamban dan dalam tahap transisi menuju ke Era-“Modern” digital.

Setiap penggiat seni dari segala cabangnya pasti akan selalu mencari ramuan terbaru untuk sebuah karya yang akan mereka lahirkan. Banyak yang mencoba mengawinkan genre genre yang jelas sangat kontras agar bisa menjadi karya yang bisa mencuri perhatian penikmat seninya, terlepas dari berhasil atau tidaknya eksperimen yang mereka racik itu semua tergantung bagaimana kita sebagai penikmat meresponnya. Melalui eksperimen eksperimen ini setiap penggiat seni pasti akan memikirkan dengan matang siapa yang akan mereka ajak berkolaborasi, konsepnya seperti apa agar tidak ada yang lebih menonjol dari yang lain, dan yang terpenting semua dilakukan harus dengan bersenang senang yap..

Berikut ini juga salah satu grup band yang bisa dibilang isinya juga ‘anak anak lama’ skena di Metro, Lampung. Band yang mengunsung slogan UMKM (Unstopable Movement n Kickass Music) terbentuk awal tahun 2018 dan sudah berteman sebelum band ini terbentuk yang dikarenakan memiliki kesamaan ide yang akan dituangkan dalam Weekend As ini. Weekend As berkomitmen untuk membentuk tatanan musik yang kuat untuk memainkan musik – musik yang lebih energik & bergairah.

Beriringan dengan visi mereka bermusik, kali ini Weekend As hadir dengan single anyar mereka yang bertajuk Huru Hara Milennia. Single ini menggambarkan sebuah ‘Emosi’ pencarian jati diri anak muda di era awal millenium atau sekitar tahun 2000an hingga pertengahan dekade, yang pada saat itu perkembangan tekhnologi masih terbilang lamban dan dalam tahap transisi menuju ke Era-“Modern” digital. Era-Millennium, era dimana saat itu menjadi sebuah masa dengan situasi yang terbilang penuh dengan kegaduhan kenakalan bagi remaja, pelajar atau bagi sebagian orang yang merasakan. Mulai dari maraknya kasus kriminalisme hingga terorisme, kegaduhan politik, bencana alam, tawuran antar pelajar atau warga hingga merenggut nyawa.

Oh iya, sebelum single ini rilis, kita sering memantau akun social media mereka bagaimana proses pengerjaan materi Demo “Huru Hara Milennia” ini. Ada yang berbeda dan cukup mencolok perhatian dan berbeda dengan demo – demo Weekend As sebelumnya. Kali ini Weekend As juga melibatkan beberapa teman-teman musisi di luar genre yang sekitar tahun 2000-an sedang aktif bermusik dan turut merasakan situasi di Era-Millenium. Mereka terlibat baik untuk proses ide secara musikalitas, maupun penggarapan komposisi materi, bahkan hingga proses rekaman. Hal itu dilakukan sebagai tujuan untuk memperoleh materi yang lebih matang untuk menggambarkan situasi di Era-Millenium pada masa itu.

Kali ini mereka mencoba eksperimen menabrak batas yang mungkin tidak pernah kita sangka. Dengan menggandeng Depi Papa Gaul seorang revolusioner di genre orgen tunggal remix. Seorang MC kondang yang malang melintang di Lampung lewat diksi diksi ajaib yang membekas di ingatan orang orang pada rentang tahun 2000-an untuk mengisi suara yang melegenda, lalu Bung Obol ex keyboardist Senyawa band yang banting setir memainkan keyboard frekuensi pesta luar angkasa remix orgen tunggal kearifan lokal Lampung beberapa tahun kebelakang.

Huru Hara Milennia
doc. Weekend As

Menurut mereka proses penggarapan materi terbilang cukup lama, materi guide “Huru Hara Milennia”sebenarnya pun sudah didapat dari satu tahun lalu. Dikarenakan satu lain hal dan juga pandemi Covid 19 yang menjadi halangan ditengah aktifitas mereka sehari hari diluar bermusik Huru Hara Milennia baru bisa terealisasi untuk masuk proses record di pertengahan tahun 2021. Sekitaran bulan April, dan untuk proses Record, Mixing, hingga Mastering “Huru Hara Milennia” baru bisa rampung setelah melewati waktu sekitar + 2 bulan.

Cukup mandiri sih band ini sampai proses penggarapan Artwork mereka garap sendiri. Holy, Abel, dan Genta yang secara tidak langsung mempunyai keahlian dan taste di bidang artwork langsung turun menggarap artwork single mereka. Menjadi nilai plus Weekend As tidak menutup diri, tetap terus sharing dan bertukar pikiran dengan rekan komunitas dan kolektif, yang berkompeten di bidang artwork. Bersama Kula Graphic, Weekend As bertukar ide dan diksi serta saling mengoreksi, dan akhirnya tercipta lah artwork mereka nan catchy dan menggambarkan nuansa lagu mereka.

FINAL SQUARE
doc. Weekend As

Untuk penggarapan kmponen musik lirik Huru Hara Milennia ditulis oleh Abi Aziz Abdillah. Aransemen musik oleh Kurnia Nur Achmar, Genta Alfhatia, Holy Giyan Soekarno, M. Iqbal Arif Chandra, Hari Tamtama,dan Abi Aziz Abdillah. Untuk kedepannya jika tidak ada kendala, Weekend As berencana akan merilis sebuah MV Huru Hara Milennia lalu fokus untuk merampungkan full album impian kami berlima.Who the fvck are ? Yeah we are Weekend As. We’ll play what we want. Spread The Happiness.

MEMBER:

Abi Aziz a.k.a Abi (Vocalist)

Kurnia Nur Achmar a.ka. Amar (Guitar)

Genta Alfhatia a.k.a Genta (Guitar)

Holy Giyan Sukarno a.k.a Holy (Bassist)

M. Iqbal Arif Chandra a.k.a Abel (Drummer)

SOCIAL MEDIA :

Instagram            : _weekendas_
Youtube               :_weekendas_ 

CONTACT :
Email : [email protected]
Contact Person / Whatsapp : +62823 2383 8282 / +62822 8002 6006

Previous Article
BUKAN DEWA edited

Bukan Dewa, Single Terbaru Anda and The Broken Jeans

Next Article
FORGIVE US resize

Forgive Us Ber-Serdam Sekolah Seni Tubaba, MRNMRS dan Project Kolaborasi Lintas Lini

MORE KEPS