fbpx

David Gilmour Pink Floyd lelang 120 gitar koleksinya

Roger%2BGoodgroves
David Gilmour/Roger Goodgroves/REX/Shutterstock

David Gilmour, gitaris legendaris band, Pink Floyd, memutuskan untuk menjual gitarnya di pelelangan.

Pendiri Pink Flyod, yang sering digambarkan sebagai pelopor musik progresif dan psikedelik, mengatakan kepada Rolling Stone bahwa instrumennya akan “memberikan lebih banyak kebahagiaan” kepada orang lain dan serta dalam rangka mengumpulkan uang untuk perkara-perkara yang penting.

“Gitar-gitar ini sangat berarti untuk saya, mereka adalah teman saya, mereka memberi saya banyak musik,” kata Gilmour, 72, dikutip dari NME.

“Saya pikir sudah waktunya bagi mereka” untuk pergi ” dan melayani orang lain, saya sudah punya cukup waktu bersama mereka, dan tentu saja, uang yang dihasilkan akan digunakan untuk banyak kebaikan di dunia, dan itulah niat saya,” kata pria yang dikenal memiliki kepedulian besar terhadap hak-hak hewan, lingkungan, kemiskinan dan hak asasi manusia.

Disebutkan bahwa, tidak kurang dari 120 gitar akan dilelang di Christie’s di New York pada bulan Juni, termasuk gitar Fender Stratocaster “The Black Strat”, salah satu instrumen andalannya Gilmour.

Termasuk Stratocaster 12-string yang digunakan oleh Gilmour untuk menulis lagu-lagu epik, Wish You Were Here, dan Ovation enam-string,  yang sering digunakan di hampir semua pertunjukan Comfortfully Numb.

Selain amal yang akan diberikan kepada organisasi di seluruh dunia, dengan Inggris sebagai pusatnya, Gilmour ingin “mengubah” rumahnya. Dia menyebutkan kemungkinan menjual bagian dari koleksi, setidaknya sejak 1987, di era A Momentary Lapse of Reason.

“Saya tidak ingin menjadi terlalu tua dan memiliki banyak gitar di mana-mana dan tidak melakukan apa-apa, dan sayangnya, terlalu banyak gitar yang bahkan saya tidak punya waktu untuk memainkannya,” kata Gilmour.

“Mereka [gitar] akan memberikan kebahagiaan kepada orang lain,” lanjutnya.

Pink Floyd adalah salah satu band terbesar di dunia, dari Inggris, yang tidak hanya mempengaruhi Inggris, tetapi juga mengubah musik dunia sejak 1965 hingga 15 album studio. Lagu-lagu mereka yang berdurasi panjang, tapi tetap menjadi referensi bagi banyak musisi hingga hari ini.

Pink Floyd memasuki Rock and Roll Hall of Fame di Amerika Serikat pada tahun 1996 dan Music Hall of Fame di Inggris pada tahun 2005. Sampai tahun 2013, mereka disebut berhasil menjual 250 juta rekaman di seluruh dunia.

(*)


kepsir.com 

Previous Article

"Another Day In Paradise", single terhebat Phil Collins sepanjang masa

Next Article

Efek Rumah Kaca rekaman bareng 4000 vokalis di Tiba-tiba Suddenly

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.