fbpx

Belajar Musik dan Bahasa Lain Bisa Buat Otak Lebih Efisien

otak

Hasil penelitian sejumlah ahli dari hasil pengamatan dalam sebuah riset, belajar musik bisa membuat otak jadi lebih efisien. Peserta riset menyelesaikan tugas singkat yang diberikan ilmuwan.

Jika Kamu belajar memainkan alat musik atau belajar bahasa asing, Kamu juga melatih otak untuk jadi lebih efisien. Demikian hasil sebuah studi.

Peneliti pada Baycrest’s Rotman Research Institute menemukan, musisi dan orang-orang yang bisa berbicara lebih dari satu bahasa menggunakan lebih sedikit sumber daya dalam otak, jika menyelesaikan tugas mengingat.

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Annals of the New York Academy of Sciences, jaringan otak yang digunakan berbeda, dan aktivitas otak saat menyelesaikan tugas juga tidak banyak.

-Advertisement-

Dr Claude Alain, salah satu penulis riset, menjelaskan, “Penemuan ini menunjukkan, musisi dan orang yang berbicara lebih dari satu bahasa tidak perlu berupaya sebanyak mereka yang bukan musisi dan hanya bicara satu bahasa.” Ini bisa menjaga mereka dari berkurangnya kemampuan kognitif dan berawalnya demensia, kata Alain. Ia menambahkan, kedua ketrampilan itu bisa ikut membentuk bagaimana otak berfungsi, dan jaringan mana yang digunakan.

Musisi dan orang yang bisa berbicara beberapa bahasa sudah lama dicatat punya kemampuan mengingat lebih besar daripada yang tidak punya kemampuan itu. Tapi sejauh ini ilmuwan belum bisa mengungkap penyebabnya.

Dalam studi itu, peneliti menganalisa otak 41 orang pada usia antara 19-35 tahun. Mereka ditempatkan dalam kategori: berbahasa Inggris dan bukan musisi, musisi yang hanya bisa berbahasa Inggris, dan orang yang bisa lebih dari satu bahasa, termasuk Inggris, tetapi tidak bisa memainkan instrumen musik apapun.

Aktivitas otak mereka semua dicatat ketika diminta untuk mengidentifikasi apakah sebuah suara, baik dari instrumen musik atau lingkungan atau manusia, sama seperti yang didengar sebelumnya.
Mereka juga diminta untuk mengidentifikasi apakah suara yang mereka dengar datang dari arah sama seperti suara sebelumnya.

Menurut riset itu, musisi mengingat tipe suara lebih cepat daripada orang dari grup lain. Sementara yang bisa memainkan alat musik dan berbicara beberapa bahasa lebih baik prestasinya ketika harus menentukan lokasi suara.

DW

Sumber: independent (ml/hp)

Previous Article

Musisi Yang Mengemas Irama Lokal Kepada Publik Global

Next Article

Musisi Dunia yang Karyanya Laris Setelah Wafat

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.