fbpx

5 Gigs Penting Buat Skena Musik Independen Indonesia


Kemunculan band indie yang bagus gak akan lengkap tanpa adanya gigs yang mewadahi. Ibaratnya mah kayak makanan tanpa garam, hambar. :))

Banyak sekali band-band independen yang berpotensi dan memiliki karya yang unik di Indonesia ini, namun tentu saja, gak semuanya terekspos karena mungkin belum mendapatkan tempat untuk manggung atau belum tau akses untuk manggung di suatu tempat.

Jadi, Keps, bakalan bahas tentang 5 gigs atau panggung yang penting bagi skena musik independen di Indonesia sebagai bentuk apresiasi untuk mereka yang sudah rela dengan susah payah memberikan wadah untuk band-band manggung.

1. Bar Blues

bar blues jakarta indonesia

Mungkin anak-anak muda zaman sekarang nggak tau terdapat sebuah bar bernama Bar Blues di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Ya tentu aja, kafe itu sudah ditutup.
Jadi, Bar Blues merupakan sebuah tempat yang dipilih oleh anak-anak muda di era 2000-an awal sebagai tempat manggung atau gigs rutin setiap minggunya.

The Upstairs, The Brandals, The SIGIT hingga Seringai besar dan tumbuh di sana. Nggak sedikit dari mereka yang merilis album-album perdana mereka di bar tersebut.

Tempatnya kecil, pengap, apalagi kalau The Brandals sudah manggung kala itu. Semuanya rusuh, tapi saling bergandengan tangan, dan disitulah serunya.
Sejarah dan keseruan dari skena indie di Bar Blues pun terekam abadi di kompilasi JKT:SKRG yang dirilis oleh Aksara Records.

2. Thursday Riot dan Monday Mayhem

undefined

Kalau kamu pernah mendengar atau datang ke Thursday Riot dan Monday Mayhem, berarti setidaknya umur kamu sudah mencapai 25 tahun ke atas. Pasalnya, dua acara musik yang legendaris itu dihelat secara rutin sejak 2002 hingga 2006 silam!

Parc sendiri dibuat oleh seorang cewek bernama Nasta Sutardjo yang bekerjasama dengan teman-temannya untuk membuat acara musik indie di bar.
Parc dulu terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang kelak menjadi bar legendaris.
Mulai dari The SIGIT, C’mon Lennon, Goodnight Electric, semuanya pernah manggung di situ.

Thursday Riot merupakan acara khusus untuk band-band-nya. Sedangkan Monday Mayhem, yang dihelat setiap Senin malam, dikhususkan untuk DJ-DJ.

Semua itu terekam abadi walau pada 2006 Parc harus tutup. Yap, skena pergerakkan musik indie di Parc dijadikan kompilasi bernama Riot: The Thursday Riot Compilation. Mulai dari The Milo, The Safari, Bangku Taman hingga The Sastro ada di dalam kompilasi itu.

3. Thursday Noise

undefined

Namanya emang agak mirip sama Thursday Riot, dan diadakannya pun selalu hari Kamis malam. Yap, Thursday Noise, sebuah acara musik yang diinisiasikan Jimi Multhazam selaku vokalis The Upstairs.

Thursday Noise sendiri biasanya diadakan di Eco Bar, Kemang, percis di sebelah toko buru Aksara. Jimi sering memberikan kesempatan untuk band-band baru manggung di sana.
Nggak hanya itu, orang-orang bebas memberikan ide untuk poster dari setiap edisi Thursday Noise. Tentu saja, ini merupakan bagian penting bagi pergerakkan skena musik independen di Indonesia.

4. Superbad

undefined

Kalau ngomongin acara musik indie di sebuah bar nggak lengkap rasanya kalau kita nggak membahas Superbad, sebuah acara bulanan yang dihelat oleh The Secret Agents (Indra Ameng dan Keke Tumbuan).

Superbad sendiri sudah berjalan sejak 2008 silam dan selalu diadakan di salah satu pub tertua di Jakarta, The Jaya Pub.

The Secret Agents ingin sekali memberikan wadah bagi para band-band yang ingin unjuk gigi dan memperkenalkan karyanya kepada anak-anak muda yang rutin datang ke Superbad.

5. Live In Hardwired

Namanya emang agak mirip kayak lagunya Metallica sih, kalau buat yang pertama denger pasti dikiranya gigs cuma buat Metal aja. Tapi sebenernya Live In Hardwired ini tuh buat semua genre musik.

Live In Hardwired diinisiasi oleh 5 orang laki-laki yang nggak boleh disebutkan namanya ini bertujuan untuk menjadi salah satu (bahkan masih satu-satunya di Lampung) sarana eksplor karya musik bagi band-band indie yang sudah memiliki rekaman fisik (album).

Jadi bisa dibilang Live In Hardwired itu tempat konsernya yang mau launching album atau konser dengan catatan sudah punya album.

Live In Hardwired biasanya diadakan di Cafe Warung Nongkrong, Bandar Lampung – Lampung, pas tengah-tengah antara Kfc Coffee dan Pizza Hut. Acaranya berbayar, tapi gak mahal-mahal amat (bahkan kemurahan) cuma 5 ribu rupiah dan terbatas. Kalau tanya kenapa berbayar? Yaaa…. Katanya support lokal indieeee….. :))))

– Keps

Previous Article

5 Film Dokumenter Terbaik Soal Punk Yang Bisa Kalian Tonton di YouTube

Next Article

Jadi Gini-nih Sejarah Singkat Kata "Plagiarisme"

MORE KEPS
EP Tiga Puluh
Read More

TIGA PULUH, Mini Album ASHARENO, Gambaran Problematika Para ‘30ers.

Seluruh proses kreatif EP Tiga Puluh ini dikerjakan oleh Ashareno dengan bantuan beberapa rekannya. Lirik & lagu ditulis sendiri oleh Ashareno, kecuali untuk lagu Tak Bisa Lupakan yang ditulis oleh Aulia Nurfebrilianti yang mana adalah adik kandung dari Ashareno. Untuk urusan aransemen musik ia dibantu oleh Pandu Prayoga dari Cheery Trees dan Agung Dwi Saputra dari D'Ningrat. Proses perekaman album dilakukan seluruhnya di Lantai Dua Music Production. Sementara untuk pengerjaan mixing & mastering digarap di E-Music Id oleh Vino Mareza.